MENGHADAPI MASA YANG SUKAR
.Renungan Harian GKI Coyudan
Kamis, 23 Oktober 2025
Bacaan : 2 Timotius 3:1-9
======================
MENGHADAPI MASA YANG SUKAR
Nats : 2 Timotius 3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Dua orang rekan bisnis makan malam bersama di sebuah restoran. Setelah memesan makanan mereka terlibat percakapan bisnis. Beberapa waktu kemudian pelayan datang menyajikan makanan yang mereka pesan. Ada dua potong ikan fillet, satu besar dan satu lagi kecil. Seorang dari mereka mengambil piring temannya dan meletakkan ikan fillet yang kecil. Temannya itu bertanya: "Mengapa kamu kasih saya ikan yang kecil, sementara yang besar kamu letakkan di piringmu?" Temannya yang membagi ikan itu menjawab: "Karena aku yang memesan dan membayarnya, maka aku berhak memberikan kamu ikan yang kecil dan aku yang mendapat ikan besar." Temannya berkata: "Yah, aku mengerti." Lalu keduanya menikmati hidangan itu, sambil melanjutkan obrolan mereka.
Bacaan ini adalah merupakan pesan pastoral Paulus kepada Timotius agar menyadari dan mengetahui apa yang ada dihadapinya pada hari-hari terakhir ini, yaitu: bukan hanya kesukaran, tetapi yang paling penting adalah kecenderungan manusia yang akan mencintai dirinya sendiri dan lebih menuruti hawa nafsu dan menjadi hamba uang. Uang menjadi segalanya, bahkan menjadi tuhannya. Relasi dengan orang lain hanya sejauh yang menguntungkan atau menambah ketenaran dirinya sendiri. Relasi dengan sesama menjadi begitu semu, tidak ada cinta, yang ada hanyalah sombong dan angkuh. Hidup keagamaannya menjadi artifisial; cuma supaya dipandang baik atau saleh.
Orang-orang yang digambarkan Paulus dalam ayat 2-4, adalah orang-orang yang pikiran dan perhatian mereka hanya tertuju kepada diri mereka sendiri. Hati dan pikiran mereka hanya tertuju kepada kepuasan, ketenaran, keuntungan diri mereka sendiri. Mereka ini bukan orang yang tidak beragama. Mereka beragama dan beribadah tapi tanpa Tuhan. Mereka lakukan ritual keagamaan dan menunjukkan kesalehan hanya untuk dipandang baik dan saleh, supaya mereka dihormati dan dipuji.
Apakah orang-orang seperti ini ada di sekitar kehidupan kita sekarang? Rasanya sekarang pun kita akan menghadapi orang-orang seperti itu di lingkungan rumah, sekolah, tempat kerja, dan bahkan gereja. Untuk mereka ini, kita tetap harus waspada. Bukan tidak mungkin kita dipengaruhi oleh lingkungan yang seperti itu. Kita perlu bijak dan cermat memilih lingkungan bergaul, agar kita tidak menjadi suam dan akhirnya kehilangan kasih yang semula. Kita perlu lebih menggiatkan pergaulan dengan Tuhan, agar kita dapat tetap menghadirkan diri dengan kasih, membawa cinta, damai, dan sukacita.
Melalui firman Tuhan ini, kita di ingatkan agar sebagai jemaat Tuhan, kita dipanggil untuk menghadirkan diri sebagai yang berintegritas, mencintai semua dengan tulus, mengusahakan damai dalam keluarga, gereja dan masyarakat di manapun kita melayani. Tuhan memberkati.
Pokok Doa :
==========
1. Untuk Penatalayanan gereja.
2. Untuk pergumulan jemaat.
3. Untuk jemaat yang berulang tahun.
4. Untuk Pemerintah.
Johanis M