MENGASIHI MUSUH
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Rabu, 30 Juli 2025
MENGASIHI MUSUH
Matius 5:43-48
”Namun, Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (ay.44)
Ketika ditanya, “apakah kamu mempunyai musuh?” Kadang kita bingung menjawabnya. Siapa ya musuh saya? Perasaan, semua orang yang saya kenal baik-baik saja, dan tidak ada yang saya anggap sebagai musuh. Kalau orang-orang jahat memang ada, seperti pencuri, perampok, atau orang-orang yang melakukan kejahatan lainnya.
Tetapi kalau ditanya, “Apakah ada orang-orang yang membenci kamu, atau orang yang bersikap kasar walaupun sebenarnya kamu sudah bersikap baik, atau ada yang ingin mencelakaimu karena mereka tidak suka dengan kamu?” Bisa jadi jawabannya adalah: ada. Walaupun sebagai orang Kristen, kita tidak memusuhi orang karena mereka harus dikasihi. Yang kita musuhi bukanlah orangnya, tetapi perbuatannya yang jahat.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini kita diajar Tuhan Yesus untuk mengasihi musuhmu. Konteksnya adalah: Saat itu Tuhan Yesus hendak meluruskan pemahaman orang-orang yang pada saat itu memegang ajaran: ”Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.” Tuhan Yesus menegaskan, ”Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Apa yang dikatakan Tuhan Yesus sangat beda dengan ajaran yang ada saat itu.
Apa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah bentuk kasih yang total, karena Bapa yang di surga mengasihi semua manusia, baik orang yang jahat maupun orang yang baik. Matahari dan hujan yang diciptakan Allah berguna untuk semua orang. Sebagai orang yang telah diselamatkan, kita mempunyai ciri yang berbeda, yaitu mengasihi orang lain, termasuk musuh, dan mendoakan orang-orang yang menyakiti kita.
Kalau kita mendengar atau membaca berita akhir-akhir ini, banyak rumah ibadah yang dihancurkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, bahkan anak-anak menjadi korban. Maka, sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mudah terprovokasi, namun kita harus tetap menunjukkan kasih dengan mendoakan mereka. Tuhan Yesus sendiri sudah mengatakan, orang-orang yang mengikuti-Nya akan menderita dan harus siap memikul salib.
Oleh karena itu, mari kita menunjukkan kasih kita dengan terus berbuat baik dan menunjukkan kebesaran hati dengan mendoakan orang-orang yang menganiaya atau yang memusuhi kita. Kiranya Roh Kudus menolong dan menuntun hidup kita. Amin.
Pokok Doa
1. Pelayanan misi.
2. Sikap intoleransi di Indonesia bisa terus dikikis.
3. Para pemimpin negeri ini takut akan Tuhan.
Sujud Swastoko