MENGANDALKAN PIKIRAN TUHAN

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

JUMAT 6 JUNI 2025


MENGANDALKAN PIKIRAN TUHAN


Amsal 3:5-6 (BIMK)  Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri. 

Ingatlah pada TUHAN dalam segala sesuatu yang kaulakukan, maka Ia akan menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik. 


Pikiran manusia adalah salah satu anugerah dan kepercayaan dari Tuhan yang mempunyai kekuatan yang cukup kuat untuk mengendalikan hidup seorang manusia. Betapa tidak, jika pikiran kita diisi dengan hal-hal yang baik maka kualitas hidup kita menjadi baik. Jika pikiran kita diisi dengan hal-hal yang tidak baik, maka tidak baik pula hidup kita. Nah, itu baru soal pikiran baik dan tidak baik. Lantas bagaimana jika kita sadar atau tidak sangat bersandar dan mengandalkan kekuatan pikiran kita? Bisa jadi kita menjadi orang yang angkuh dan sangat percaya diri bahkan bisa menjadi begitu sombong. Saking percayanya  pada kekuatan pikiran ,kita menjadi manusia yang merasa bisa menjadi "tuhan" atas hidup ini. Nah, disinilah justru letak kehancuran manusia pada umumnya. Sejatinya, kekuatan pikiran diberikan oleh Tuhan untuk membuat kita semakin mengagumiNya serta mengandalkanNya. Tak terbayangkan bukan ,jika pikiran manusia bisa sedemikian kuat maka lebih kuat lagi Sang Pencipta Pikiran itu sendiri. Ketika kita abai pada Sang Pencipta, kita lebih memilih bersandar pada kehebatan, kepandaian dan kecanggihan pikiran disitulah kejatuhan terjadi. Itulah mengapa kitab Amsal mengingatkan kita bahwa permulaan hikmat dan bijaksana adalah hidup bergantung hanya pada pikiran Tuhan dan bukan pikiran kita sendiri. Bagaimana caranya? Selalu dan selalu bertanya pada Tuhan, apakah pikiranku benar ya Tuhan? Apakah pikiranku sudah melenceng? Apakah aku sudah menjadi sombong dan tak lagi menghormatiMu? Dengan terus menerus bertanya dalam kerendahan hati padaNya, Ia pasti memimpin kehidupan kita menjadi hidup yang baik. Percayalah padaNya, dengan sepenuh hati dalam seluruh pertanyaan-pertanyaan kita. 


Doa Pagi: 

" Ya Tuhan jika Dikau menemukan pikiran yang melenceng dalamku, tolonglah aku agar aku menyadarinya dan berbalik kembali  bersandar dan mengandalkan pikiranMu. Amin".


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.