MEMENTO MORI
Yohanes 12:1-8
Memento Mori adalah istilah yang berarti “ingatlah kematianmu” sebuah makna yang tidak berniat untuk menakut-nakuti kita, tetapi justru mengajak kita untuk bijaksana dalam hidup dan pada akhirnya kita menyambut kematian dengan legowo.
Dalam injil Yoh 12:1-8, kita diperhadapkan pada sebuah peristiwa perminyakan Yesus oleh Maria. Minyak narwastu itu memang minyak yang mahal, setetes saja sudah harum, apalagi ini hampir sebotol diberikan untuk kaki Yesus.
Apakah ini berlebihan? Ya bagi Yudas. Sebab ia melihat dari sisi ekonomis. Tetapi Yesus melihat dari sisi cinta kasih yang hendak diberikan Maria. Terlebih lagi Yesus tahu bahwa kematian-Nya sudah dekat. Maria mungkin sudah merasa bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya mencurahkan cintanya pada Yesus.
Dan betul, kesempatan itu hanya sekali itu. Sebab sesudah itu Yesus memasuki jalan derita di Yerusalem dan mati di Golgota. Entah bagaimana perasaan Maria, jika ia tidak meminyaki Yesus di malam itu, mungkin ia menyesal sebab melewatkan kesempatan itu.
Yesus mengingat tindakan cinta Maria, Maria juga mengingat ungkapan cinta itu. Kesempatan hidup yang tidak disia siakan.
Bagaimana dengan kita? memento mori. Apakah kita sudah menjalani hidup dengan mengambil kesempatan untuk mengasihi Tuhan dan sesama? Tuhan telah memberikan karunia hidup bagi kita, tebusan dosa agar kita hidup selamat.
Jangan sia siakan anugerah itu, jangan sia siakan kesempatan untuk hidup baik di dalam iman. Hiduplah dengan baik, Matilah dengan baik pula. Memento Mori
Pokok Doa Syafaat:
1. Berdoa untuk persiapan Masa Paska : Kebaktian Kamis Putih, Jum’at Agung, Sabtu Sunyi, Minggu Paska dan Perayaan Paska (persiapan panitia, pengkhotbah, pelayan ibadah, Penatua, Multimedia, Lektor, Cantoria, dll.).
2. Berdoa untuk pertumbuhan iman anggota jemaat dan simpatisan dalam penghayatan Masa Paska 2023.