MEMBERIKAN YANG TERBAIK
Renungan Warta, 27 Juli 2025
“Memberikan Yang Terbaik”
Lukas 11:1-13
Memberi adalah ajaran agama yang telah diterapkan dalam sejarah umat manusia, begitu pula dengan kita sebagai orang Kristen juga menerima pengajaran tentang memberi kepada sesama dengan penuh kasih dan kemurahan hati. Memberi bukanlah tindakan yang mudah untuk kita lakukan, apalagi kalau kita ‘merasa’ bahwa kita pun belum cukup dalam hidup. Hal inilah yang membuat kita susah untuk membuka mata memperhatikan orang-orang disekitar kita yang ternyata membutuhkan pertolongan, bahkan jika kita memberikan bantuan bisa saja yang kita berikan hanya asal-asalan.
Bacaan kita hari ini mengisahkan tentang seorang yang mengetuk pintu pada tengah malam di rumah sahabatnya dan meminjam roti yang akan digunakan untuk menjamu tamu yang datang kerumahnya. Orang tersebut dengan jujur menyampaikan kesusahannya kepada sahabatnya dan karena keterbukaannya itu maka sahabatnya bangun dan memberikan sesuai yang dibutuhkannya. Jika seorang dapat memberikan yang dibutuhkan oleh sahabatnya, terlebih Bapa kita di sorga juga memberikan yang terbaik bagi kita anak-anaknya, apakah kita masih merasa kurang dalam hidup, sehingga susah berbagi dan memberi untuk sesama yang membutuhkan? Sekalipun terkadang kita merasa lelah dan serasa enggan memberikan bantuan, tetaplah melakukan yang baik seperti Bapa di Surga selalu memberikan yang terbaik untuk kita.
Sebagai orang tua kita juga perlu meneladankan hal memberi yang terbaik kepada anak-anak, melalui pemberian terbaik kita kepada mereka, sekalipun pastinya orang tua tidak selalu memberikan apapun yang diminta oleh anak. Teladan hidup peduli dan memberi yang terbaik kepada orang lain juga perlu kita berikan kepada anak-anak supaya dalam hidup mereka belajar untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan belajar memberikan bantuan yang terbaik bagi sesama yang membutuhkan pertolongan. Karena pemberian yang terbaik telah Tuhan berikan kepada kita, maka marilah kita juga belajar memberikan yang terbaik Bagai sesama. Amin.
(Ibu Dani Atmiyati)