Memberi dengan Sukacita #2
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Kamis, 25 September 2025
Memberi dengan Sukacita
2 Korintus 8: 8-9 "Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya."
Dalam hidup ini, mungkin ada kalanya kita merasa ragu untuk berbagi. Mungkin ada yang berpikir, “ah, untuk diri sendiri saja pas-pasan, bagaimana bisa memberi kepada orang lain?” Pikiran seperti ini jelas sangat manusiawi, apalagi ketika keadaan hidup sedang tidak baik-baik saja. Tapi di saat itulah, Firman Tuhan mengajak kita melihat kembali: memberi tidak ditentukan oleh berapa banyak yang ada di tangan kita, melainkan oleh ketulusan hati yang penuh dengan kasih.
Jemaat Makedonia adalah contoh nyata. Walaupun mereka sendiri dalam kekurangan, tetapi sukacita mereka meluap dalam kesediaan untuk memberi. Kasih yang ada diri dan hati mereka, lebih besar daripada kekurangan yang mereka alami.
Lebih dari itu, Kristus sendiri menjadi teladan tertinggi. Ia yang kaya rela menjadi miskin, bahkan sampai mati di kayu salib, supaya kita menerima kekayaan rohani: keselamatan dan hidup baru.
Kasih sebesar itu mengundang kita untuk merespons dengan memberi secara tulus. Memberi bukan hanya soal uang. Bisa berupa waktu yang kita luangkan, telinga yang mau mendengar, tenaga untuk membantu, ide yang membangun, atau nasihat yang menguatkan. Semua itu berharga bila lahir dari kasih Kristus. Ketika kasih itu memenuhi hati, memberi bukan lagi beban, melainkan sukacita. Amin.
Pokok doa:
1. Tumbuh-kembang iman & karakter anak-anak
2. Pergumulan jemaat: ekonomi, relasi dalam keluarga, sakit, dan duka
Yohana Jessica