MAKNA DI BALIK DERITA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
KAMIS, 19 JUNI 2025
MAKNA DI BALIK DERITA
"Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu ( Ayub 42:5-6)"
Kalimat ini sering sekali diucapkan:"pasti ada rancangan baik atas penderitaan yang menimpamu". Apakah salah? Tentu saja tidak salah. Tetapi bagaimana jika sedang mengalami persoalan yang pelik, sakit yang tak kunjung sembuh? Tidak mudah untuk bisa berkata bahwa pasti ada hal baik, rancangan yang baik, maksud yang baik dibalik penderitaan yang menimpa.
Ayub dikatakan seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Dia kaya, memiliki keluarga yang baik, kesehatan yang baik. Bisa dikatakan, tidak kurang sesuatu apapun. Kehidupan secara rohani baik, kehidupan secara jasmanipun tak kekurangan.
Kebahagiaan yang lengkap.
Tetapi dalam sekejap saja semuanya sirna, kekayaannya habis, anak-anaknya meninggal, kesehatannya rusak, istrinya memintanya untuk mengutuki Tuhan dan meminta Ayub mati saja, sahabat-sahabatnya menuduhnya sudah melakukan dosa dan kejahatan sehingga dia dihukum Tuhan.
Penderitaan Ayub lengkap sudah.
Pada awal Ayub masih kelihatan kuat atas semua yang menimpanya, tetapi dalam keterbatasan sebagai manusia, dia merasakan berat juga.
Tidak mudah untuk bisa melihat dan percaya ada hal baik yang akan terjadi dibalik penderitaan yang hebat itu. Bukan hanya kehilangan hartanya, tetapi dia bahkan juga kehilangan orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Dia butuh dukungan, tetapi orang yang paling dekat sekalipun tidak bisa diandalkan untuk memberikan dukungan.
Tetapi dari semua penderitaan yang dialaminya, atas semua pertanyaan-pertanyaan yang disampaikannya kepada Allah, pada akhirnya Ayub berkata:" Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" ( Ayub 42:5 ).
Makna dibalik penderitaan yang Ayub alami adalah Ayub dahulu hanya mendengar dari kata orang saja tentang Tuhan, tetapi dengan penderitaannya, Ayub mengalami pengenalan secara pribadi dengan Tuhan. Bukan lagi kata orang, tetapi dari apa yang dilihat, didengarkan, dialami secara pribadi.
Masa-masa gelap dalam perjalanan hidup yang tak mudah dilewati, Allah sanggup memakainya untuk
membuat manusia mampu melihat Allah, mengenal Allah, mengalami sendiri kehadiran dan kuasa Allah yang tak terbatas dan yang tak pernah berubah.
Bergumul bersama Allah dan temukan jawabannya di dalam Allah, apa makna dibalik setiap derita.
Tuhan Yesus memberkati ????????
Pokok Doa:
1.Perdamaian dunia
2.Politik dan perekonomian Indonesia
3.Anak-anak yang sedang mencari sekolah atau mencari pekerjaan
Maria S