LEBIH BAIK DENGAN KASIH

  •  Daniel Kristanto Gunawan
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Kamis, 28 Agustus 2025


Lebih Baik dengan Kasih

Amsal 15:13–17


Pernahkah anda makan malam bersama keluarga atau teman, tapi suasananya penuh ketegangan? Makanan ada di meja, bahkan enak sekali, tapi percuma ketika uasana menjadi dingin—hati jadi tidak nyaman. Sebaliknya, ada juga momen sederhana: hanya makan sayur tumis atau bubur bersama orang-orang yang mengasihi kita, tapi terasa hangat dan membahagiakan. Ternyata, yang membuat hidup nikmat bukanlah apa yang ada di meja, melainkan siapa yang ada di sekeliling kita dan suasana hati kita saat itu.


Amsal 15:13–17 mengajarkan bahwa hati yang gembira membuat muka berseri, sementara hati yang pedih mematahkan semangat. Lebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada lembu tambun dengan kebencian. Firman ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditentukan oleh kekayaan atau kemewahan, tetapi oleh sukacita hati dan relasi yang dilandasi kasih. Tuhan ingin kita sadar: damai, sukacita, dan kasih jauh lebih berharga daripada harta benda.


Hari ini mari kita berhenti sejenak dan bertanya: apa yang sedang kita kejar? Apakah kita terlalu sibuk mengejar kenyamanan hidup, jabatan, atau materi, tetapi melupakan kualitas hati dan hubungan kita dengan orang lain? Jangan sampai rumah penuh dengan fasilitas, tetapi kosong dari kasih. Tuhan mengingatkan kita untuk menata ulang prioritas: menjaga hati agar tetap gembira dalam Dia, menciptakan suasana penuh kasih dalam keluarga, dan lebih menghargai orang di sekitar kita daripada hal-hal materi. Karena pada akhirnya, hidup yang sederhana dengan kasih akan jauh lebih berarti daripada kemewahan yang penuh kebencian.


Doa:

“Tuhan, terima kasih untuk pengingat-Mu hari ini. Tolong kami untuk lebih menghargai kasih dan sukacita daripada harta. Jadikan hati kami gembira dalam Engkau, dan pakailah kami untuk membawa damai di sekitarku. Amin.”


Pdt Daniel KG

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.