LAWATAN TUHAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 28 Januari 2026

Bacaan: Lukas 1:67-79


Lawatan Tuhan


Lawatan identik dengan kunjungan kepada orang yang sedang mengalami kelemahan tubuh, atau terbaring sakit. Dalam kunjungan pastoral, biasanya hal ini ditujukan untuk menghibur, menguatkan, dan mendoakan mereka yang dikunjungi. Lawatan ini juga bisa menjadi sesuatu yang dinantikan ketika seorang yang melawat adalah seorang yang kita kenal, atau seorang yang berarti bagi kita. Demikianlah Zakharia memuji Tuhan sebab Tuhan sendiri yang datang melawat dia.


Zakharia seorang imam yang tidak memiliki anak. Ia dan istrinya, Elisabet sudah lama rindu memiliki anak. Suatu ketika Ia mendapat giliran membakar ukupan di dalam bait suci. Di situ malaikat Tuhan menampakkan diri dan mengatakan bahwa ia akan memiliki seorang anak. Bukan hanya itu saja, anak Zakharia bukanlah anak biasa, ia adalah seorang pembuka jalan bagi Sang Mesias. Lalu tandanya bagi Zakharia adalah ia kemudian menjadi bisu sampai anaknya dilahirkan.


Ketika semua orang tidak mengerti apa yang terjadi kepada Zakharia, Tuhan menepati perkataannya. Elisabet mengandung, dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yohanes. Semua orang semakin heran ketika mendengar Zakharia dapat kembali berbicara. Semua takjub dan berkata tentang Yohanes, "jadi apa anak ini nantinya, sebab Tuhan menyertainya? (Luk 1:66)"


Adalah hal yang wajar ketika semua orang fokusnya tertuju pada Yohanes, sebab hal ajaib telah terjadi di depan mata mereka. Lebih lagi bagi Zakharia, sebab ia menantikan anak itu sekian waktu lamanya, dan ia sendiri yang merasakan tanda dari Tuhan. Tetapi ketika mulut Zakharia terbuka, rasa syukur, doa dan pujian bukan ditujukan kepada Yohanes. Melainkan kepada Tuhan (Luk 1:64).


Dalam bacaan kita hampir seluruh pujian Zakharia berfokus kepada Tuhan dan janji-Nya. Sebagai seorang imam Yahudi, Zakharia tahu persis tentang janji kedatangan Mesias. Maka ketika ia mendapat kabar bahwa anaknya akan menjadi pembuka jalan bagi Sang Mesias, hal itu memenuhi hatinya dengan syukur. Sebab itu artinya Mesias sungguh akan datang melawat umat-Nya.


Lawatan ini bukan sekadar lawatan biasa. Melainkan lawatan dari Tuhan sendiri yang akan dan telah menepati janji-Nya. Di dalam rasa syukurnya, Zakharia memuji Tuhan dan menyatakan bahwa melalui lawatan-Nya, Tuhan membuktikan bahwa Ia sungguh peduli kepada semua manusia berdosa. Ia turun untuk menyelamatkan setiap manusia yang mengakui dosa-dosanya. Yohanes pembaptis yang membuka jalan, menjadikan baptisan sebagai tanda penyucian dan keberbalikan hati kepada Tuhan.


Maka dari itu marilah kita sungguh bersyukur kepada Tuhan yang sungguh peduli kepada setiap kita yang berdosa. Kita juga belajar untuk mengakui dosa dan bertobat serta berbalik kepada Tuhan. Kiranya lawatan Tuhan boleh juga ada bagi setiap kita dalam setiap pergumulan kita, sehingga memberikan kedamaian bagi kita. Kiranya lawatan Tuhan juga boleh sungguh meneguhkan iman kita untuk terus berjalan bersama-Nya.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Suku-suku terabaikan di Indonesia yang belum mendengar Injil

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.