KUNCI BIJAKSANA: TIDAK CEPAT MARAH
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN
JUMAT 10 OKT 2025
KUNCI BIJAKSANA: TIDAK CEPAT MARAH
Amsal 14:29 (BIMK) Orang bijaksana tidak cepat marah; orang bodoh tidak dapat menahan dirinya.
Manusia yang sehat adalah manusia yang merasakan beragam emosi dengan wajar dan apa adanya. Artinya adalah: ia dapat merasakan senang dan sedih, suka dan duka bahkan bahagia dan marah. Semua emosi manusia, sejatinya adalah anugerah dari Tuhan. Ingat, kata emosi itu netral. Emosi tidak sama dengan "emosian". Emosi adalah payung besar dari seluruh rasa yang dirasakan manusia. Marah adalah salah satu emosi sehat yang jika diekspresikan dengan wajar dan dapat dikelola dengan justru mendatangkan kebijaksanaan. Lah, kok bisa? Mari saya jelaskan.
Marah adalah salah satu emosi manusia yang harus diakui dan dikelola. Jika manusia menekan dan mengabaikan rasa marahnya terlalu sering, maka penyakitlah yang biasa akan ia rasakan. Setiap perasaan yang dipendam bahkan diingkari akan mendatangkan gangguan kesehatan mental,fisik dan spiritual. Jadi yang penting disini bukan tidak pernah marah tetapi dapat mengelola rasa marah.
Dalam Firman Tuhan hari ini ternyata mendefinisikan tentang konsep sejati memjadi seorang yang bijaksana. Ternyata dalam kitab Amsal, orang bijaksana berarti orang yang tidak cepat marah. Artinya menjadi bijaksana adalah orang yang bisa marah tetapi ia sengaja mengendalikan kecepatan amarahnya. Ia mengontrol dan mengelola amarahnya dengan sehat. Sehingga ia bertanggungjawab atas dirinya serta responnya terhadap sebuah masalah. Sedangkan definisi orang bodoh ternyata bukan orang yang tidak pintar tetapi orang bodoh adalah orang yang tak dapat mengendalikan dirinya. Termasuk orang yang cepat marah sesungguhnya adalah orang yang bodoh.
Dengan tidak cepat marah maka orang bijaksana sedang melatih dirinya untuk tenang. Ketenangan memberi jeda untuknya berpikir dan mengendalikan dirinya sendiri. Maka, marilah kita meminta Rahmat dan pertolongan Roh Kudus agar kita IA latih menjadi orang bijaksana.
Doa pagi :
"Tuhan bantulah aku untuk mengendalikan kemarahanku agar aku bertindak bijaksana. Amin"
Pdt Keshia H.S