KETIKA HATI PELAN-PELAN MENJAUH
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 23 Februari 206
Ketika Hati Pelan-Pelan Menjauh
1 Raja-Raja 19:1-8
“Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: ”Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.” (Ay. 4)
Pernahkah kita menyadari bahwa jarak tidak selalu tercipta karena pertengkaran besar? Kadang relasi menjadi renggang justru karena perlahan kita berhenti memberi perhatian yang bisa timbul karena berbagai macam faktor. Begitu juga relasi kita dengan Tuhan. Bisa sangat mungkin kita tetap beribadah, tetap berdoa, tetapi hati terasa tidak sedekat dulu. Tidak ada dosa besar yang terlihat, hanya perlahan tidak lagi fokus pada Tuhan.
Dalam 1 Raja-raja 19:1–8, Elia mengalami titik rapuh itu. Setelah tekanan dan ancaman, ia duduk sendirian dan berkata, “Cukuplah itu, Tuhan.” Ia tidak menyembah Baal, tetapi ketakutan hampir mengalahkan imannya. Di sinilah kita belajar: dosa tidak selalu dimulai dari tindakan yang salah, melainkan dari hati yang perlahan berhenti mempercayai Allah. Dan jarak kecil itu berbahaya jika dibiarkan. Namun sebelum iman Elia benar-benar padam, Tuhan menyediakan roti. Ia memulihkan lebih dahulu sebelum meneguhkan kembali panggilan kepada Elia.
Di masa Pra-Paskah ini, kita diajak memeriksa bukan hanya perbuatan, tetapi arah hati. Apakah kita masih mempercayai Tuhan sepenuhnya, atau mulai menggenggam ketakutan lebih erat daripada janji-Nya? Bahaya terbesar sering kali bukan pemberontakan yang keras, tetapi hati yang pelan-pelan menjauh dan tidak disadari. Kabar baiknya, Tuhan tidak menunggu kita kembali dengan sempurna. Ia lebih dulu menyediakan anugerah untuk menopang langkah kita, agar hati yang hampir jauh itu dapat didekatkan kembali.
Kalau akhir-akhir ini hati terasa jauh, yuk kita datang kepada Tuhan, pelan-pelan pun tidak apa-apa.
Pokok Doa:
- Anak-cucu dalam masa tumbuh-kembangnya
- Relasi anak dengan orang tua & saudaranya
- Jemaat yang sakit & berduka
Yohana Jessica