KETENTRAMAN KELUARGA
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Selasa, 23 September 2025
KETENTRAMAN KELUARGA
”Lebih baik sekerat roti kering disertai ketentraman, daripada rumah penuh sajian disertai perbantahan.” Amsal 17:1
Saat ini keserakahan sudah menjadi tontonan umum. Uang rakyat menjadi bancaan oknum-oknum pejabat. Dan sepertinya mereka tidak ada rasa malu saat mempertontonkan hasil bancaan tersebut di muka umum. Dengan senyum lebar dan wajah yang ceria mereka memamerkan kehidupan glamour (mewah mempesona).
Keluarga-keluarga oknum pejabat yang kaya karena hasil kejahatan yang memanfaatkan uang negara ini tentu membuat muak rakyatnya. Apalagi pamer tersebut ditampilkan dalam media sosial, sehingga menimbulkan kritik tajam. Karena gerah dengan kritikan, akses terhadap media sosial pun dibungkam.
Rakyat bertambah marah, generasi Z pun meradang, api kemarahan makin berkobar saat seorang anak SMA berpidato lantang mengkritik penindasan yang dilakukan pejabat kepada rakyatnya. Kemarahan tak terbendung, muncullah tindakan anarkis yang membuat para pejabat lari tunggang langgang sampai harus nyebur sungai. Itulah yang terjadi di Nepal baru-baru ini hingga Perdana Menteri mengundurkan diri.
Apa yang terjadi di Nepal menggambarkan betapa kekayaan atau kehidupan mewah yang diperoleh dengan tidak benar, bahkan diperoleh dengan menyakiti orang lain akan menimbulkan prahara bagi mereka sendiri.
Dalam Amsal 17:1 kita disadarkan untuk selalu menerima segala sesuatu dengan rasa syukur karena hal itu akan menimbulkan ketentraman. Walaupun hanya sekerat roti kering namun memberi ketentraman, itu lebih baik dibanding banyak makanan namun menimbulkan pertikaian dan keretakan dalam keluarga.
Sebagai umat Tuhan, kita harus mengutamakan kehidupan yang tentram dengan cara mensyukuri setiap berkat yang Tuhan berikan. Menerima dengan rasa syukur berarti menjauhkan diri dari keserakahan yang bisa membuat luka bagi orang lain. Ketentraman dan kedamaian dalam keluarga akan terwujud bila keluarga tersebut bisa saling menerima dan mensyukuri apa yang ada.
Kiranya keluarga kita terus hidup dalam damai sejahtera dan dalam ketentraman. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Bulan Misi mendorong jemaat untuk bersaksi.
2. Anak-anak yang studi & mencari pekerjaan.
3. Keluarga kita masing-masing.
Sujud Swastoko