KETAATAN HAMBA TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 11 Juni 2025
Bacaan: Lukas 1: 26-38
Ketaatan Hamba Tuhan
Taat menjadi satu hal yang penting dalam kehidupan orang percaya. Tetapi taat saja tidak cukup, sebab dunia juga mengajarkan hal yang sama. Banyak orang-orang yang dituntut untuk menaati aturan-aturan yang sudah dibuat. Tetapi ketaatan itu pada akhirnya terjadi karena ada sanksi atau hukuman yang diberikan pada orang yang melanggar. Lalu seperti apakah ketaatan seorang Kristen?
Ketaatan itu selalu mengikuti rasa percaya kita. Sebab, tidak mungkin kita menaati orang yang tidak kita percayai. Maka dari itu ketika kita berbicara soal ketaatan penting sekali untuk berbicara tentang rasa percaya kita. Dalam hal ini kita khusus membahas tentang taat kepada Tuhan, yang berarti juga membahas rasa percaya kita kepada Tuhan.
Lukas menulis sebuah sejarah besar tentang kelahiran Yesus. Malaikat Tuhan tampak kepada Maria dan mengatakan berbagai hal yang sangat tidak mungkin bagi manusia. Sedangkan hal-hal yang mungkin terjadi saja terkadang masih sulit untuk dipercaya, apalagi hal-hal yang tidak mungkin? Tetapi Maria meresponi Malaikat Tuhan dengan peuh rasa percaya dan menaatinya.
Mengapakah demikian? Tentu karena Maria bukanlah sembarang orang yang mau menggantungkan hidupnya kepada seseorang yang tidak dia kenal. Tetapi justru sebaliknya. Maria sangat mengenal siapa Tuhan yang Ia sembah. Ia adalah seorang Yahudi yang taat dan setia. Ketika hal yang seolah tidak mungkin itu disampaikan, bagi Maria itu bukanlah sebuah kemustahilan melainkan nubuatan yang akan digenapi. Ketika Ia menyadari bahwa itu adalah nubuatan, dan di dalam nubuatan kelahiran Sang Mesias itu dia akan mengambil bagian dalamnya, tentu saja Maria menaatinya. Ia kenal Tuhan yang ia sembah, ia percaya kepada-Nya, dan menaatinya.
Memang sangat disayangkan semakin hari, semakin banyak manusia yang tidak bisa dipercaya. Hal ini membuat banyak orang memilih untuk melanggar aturan daripada menaati sosok yang tidak dapat dipercaya. Tetapi berbeda dengan orang Kristen! Rasa percaya kita tidak pernah kita letakkan kepada manusia, melainkan kepada Tuhan. Dan untuk mempercayai Tuhan, kita perlu mengenalnya dulu. Maka dari itu, percayalah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ketika kita sudah percaya kepada Tuhan, barulah kita dapat menaati-Nya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Bangsa dan negara
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen