KERENDAHAN YANG DIPERHATIKAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Sabtu, 25 Oktober 2025

Bacaan: Lukas 1:46-55


Kerendahan yang Diperhatikan


Dalam sebuah organisasi, penting sekali untuk menyadari posisi dalam jabatan masing-masing. Khususnya ketika ingin melakukan sebuah tindakan atau mencetuskan sesuatu. Hal ini dikarenakan adanya sistem-sistem yang diatur, dan juga tentunya demi menjaga kestabilan dalam organisasi tersebut. Seorang yang jabatannya lebih rendah harus menyadari bahwa posisi mereka tidaklah bisa sama dengan yang di atas. Kesadaran inilah yang juga dimiliki oleh Maria, ketika ia mendapat kabar kelahiran Sang Juruselamat dan kemudian memuji Allah.


Dalam pujian Maria kita sangat mendapati kesan kerendahan yang menonjol (ay. 48, 51-53). Bukan hanya soal kerendahan hati Maria, melainkan bagaimana Tuhan yang di atas sana memperhatikan orang-orang yang dipandang rendah. Selain konteks Injil Lukas yang sering menampilkan berita Injil bagi kaum yang tidak diperhatikan, tetapi hal ini menjadi pujian murni dari Maria karena kerendahan hatinya. Hal yang begitu membahagiakan ketika seorang menyadari posisinya yang rendah, tetapi mendapat perhatian dari seorang yang berada di posisi atas.


Dalam pandangan dunia sebenarnya Maria berhak untuk menyebarkan kabar bahwa ia sedang mengandung bayi Yesus, Sang Juruselamat. Tetapi ketika mendengar kabar itu pun, ia menyimpannya dalam hati. Dan bahkan dalam Alkitab kita dapat melihat apa yang dilakukan Maria sepanjang tulisan Alkitab. Ia menjadi seorang Ibu yang merawat anaknya dengan penuh kerendahan hati. Tidak pernah tertulis dalam Alkitab bahwa Ia menyebarkan tentang dirinya yang adalah "ibu Yesus."


Maria sadar betul posisinya sebagai hamba Tuhan dan tidak lebih. Seorang hamba hanyalah menuruti kehendak Tuannya. Maka dari itu, Maria hanya berfokus untuk merawat dan membesarkan bayi Yesus dan membiarkan Yesus menjalankan kehendak Sang Bapa. Hal ini sungguh-sungguh menunjukkan kerendahan hati Maria.


Di sisi lain, pujian Maria juga berisi tentang Allah yang memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Artinya bahwa Allah bukanlah Allah yang hanya berada di atas sana. Melainkan Dia Allah yang memperhatikan umat-Nya bahkan sampai rela turun ke bumi yang hina ini. Ini menjadi bukti betapa Allah sangat mengasihi umat-Nya yang berdosa. Sehingga jelas, karena dosa manusia lah, Allah harus turun dan membereskan semuanya.


Dia mati menggantikan setiap kita yang kotor, hina dan penuh dosa. Kita yang rendah, yang sama sekali tidak wajib untuk diselamatkan, justru beroleh anugerah keselamatan. Bukankah itu hal yang luar biasa? Allah memperhatikan kerendahan status kita; ini bukan soal kerendahan hati, melainkan status atau posisi kita yang memang rendah. Maka dengan penuh kesadaran itulah baru kita perlu untuk merendahkan hati kita di hadapan Tuhan.


Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Maka dari itu sebagai hamba yang rendah, sudah seharusnya kita tunduk pada kehendak Allah. Kita bukan siapa-siapa, dan kita tidak layak untuk dicintai. Tetapi anugerah-Nya yang besar itu menjadikan kita anak-anak Tuhan yang dikasihi-Nya. Teruslah menyadari anugerah-Nya dan berjalan di dalam kasih karunia-Nya dengan penuh kerendahan hati.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Rangkaian bulan keluarga

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.