KEPUTUSAN UNTUK BERSAKSI

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Warta, 28 September 2025


Keputusan untuk Bersaksi

Yohanes 20:19-23


Bulan misi akan segera berakhir, tetapi misi Allah dalam dunia ini tidak akan pernah berakhir sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kali. Apakah misi Allah itu? Apakah kita adalah orang-orang yang dipanggil Allah untuk menjalankan misi-Nya? Dengan cara apa kita dapat menjalankan misi Allah?

Segera setelah Yesus bangkit, Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Dia memberikan salam damai kepada murid-murid yang sedang ketakutan dan bersembunyi (ay. 19). Yesus sebenarnya tahu apa yang sedang dirasakan murid-murid-Nya, dan dengan memberikan salam damai tersebut justru Yesus ingin menyampaikan bahwa kebangkitan-Nya membawa kedamaian itu. Selain itu salam damai ini diberikan dengan sebuah tujuan yang lain, yaitu sebuah pengutusan (ay. 21). Yesus tahu murid-murid-Nya tidak dalam kondisi yang siap untuk melaksanakan misi Allah. Maka dari itu Ia menampakkan diri dan membawa damai sejahtera sebelum mereka akan diutus.

Setelah itu Ia juga menghembuskan Roh Kudus kepada mereka sebagai tanda penyertaan-Nya kepada murid-murid. Roh Kudus bukan hanya menjadi tanda penyertaan, melainkan tanda kuasa yang diberikan Yesus kepada murid-murid. Sesuai dengan tuntunan Roh Kudus, murid-murid berkuasa untuk menyatakan pengampunan atas dosa-dosa orang. Sehingga dapat dipastikan bahwa murid-murid diutus untuk menyebarkan kabar tentang pengampunan dosa kepada semua orang yang mereka jumpai. Itulah misi Allah bagi dunia ini.

Sebagai pengikut Kristus, kita juga termasuk murid-Nya. Maka kita tidak bisa menolak panggilan kita untuk menyebarkan kabar pengampunan dosa kepada semua orang yang kita jumpai. Misi tidak hanya berbicara soal jarak yang jauh, tetapi kerinduan untuk menyampaikan kabar pengampunan dosa tersebut, bahkan kepada orang terdekat sekalipun. Mari kita menjadikan hidup kita sebagai saksi kisah kasih Allah. Biarlah dalam keseharian kita, kepada siapapun yang kita jumpai, kapanpun dan dimanapun kita dapat terus menjadi saksi Tuhan. 


(Bp. Gerald Raynhart Stephen, S.Th)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.