KEMUNAFIKAN
Bacaan: Lukas 11:53-12:3
Lukas 11:53-12:3 berbicara tentang konfrontasi (pertikaian) antara Yesus dan para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Kedua kelompok ini tidak senang dengan ajaran dan tindakan Yesus yang mengungkapkan kebenaran dan mengkritik kemunafikan mereka. Sehingga mereka berusaha menangkap Yesus dan mencari alasan untuk menyalahkan-Nya dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Namun, Yesus mengetahui semua rencana dari para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Sehingga Yesus mengingatkan kepada murid-murid-Nya untuk berhati-hati terhadap ragi, yaitu kemunafikan dari orang-orang Farisi (12:1).
Mengapa Tuhan Yesus mengumpamakan kemunafikan orang Farisi sama seperti ragi? Bagi kita yang suka memasak dan membuat roti, maka kita tidak asing dengan ragi. Ragi adalah bahan yang sering digunakan dalam proses fermentasi makanan. Ragi mengandung mikroorganisme, yang memfermentasikan adonan atau cairan untuk menghasilkan gas karbon dioksida, alkohol, atau asam organik, yang memberikan rasa, tekstur, dan karakteristik khusus pada makanan tersebut. Sifat munafik itu seperti ragi yang bisa dibilang gampang menulari dan pada akhirnya merusak karakter orang lain. Ahli Taurat dan orang-orang Farisi sebagai pemimpin agama yang memiliki otoritas, mudah sekali bagi mereka untuk menyalahgunakan otoritas itu, dengan memiliki kehidupan yang munafik, menipu para pengikutnya, dan pada akhirnya para pengikut itu pun ikut-ikutan bertindak munafik.
Kebenaran selalu berlawanan dengan kemunafikan. Kebenaran mengacu pada keadaan atau pernyataan yang sesuai dengan kenyataan atau fakta yang ada. Ini mencakup konsistensi antara apa yang dikatakan atau diyakini dengan apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan kemunafikan adalah perilaku atau sikap di mana seseorang berpura-pura menjadi baik, jujur, atau setia, sementara sebenarnya mereka memiliki motif atau niat yang berbeda di dalam hati mereka. Tuhan Yesus mengingatkan para murid bahwa kemunafikan, suatu waktu akan terbongkar (2-3). Apa yang ditutupi oleh manusia, akan dibuka oleh Allah yang melihat ke dalam hati. Maka, hukuman akan menimpa mereka yang karena kemunafikannya menyesatkan orang lain, dan menjadikan orang lain itu sama dengan mereka, yaitu munafik!
Peringatan Tuhan Yesus ditujukan kepada para murid-Nya, berarti ini juga kepada kita sekalian. Untuk waspada, agar tidak jatuh dalam kemunafikan. Bisa jadi kita pun tertular kemunafikan orang Farisi, yang mementingkan penampilan dan prestasi semata, agar dinilai orang dengan hal-hal yang baik. Bisa jadi kita melakukan hal tersebut karena takut dikucilkan dari sebuah komunitas. Ingat, bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang dirugikan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang memercayai kita sebagai murid-murid Tuhan pun akan ikut tersandung. Teruslah ingat untuk melakukan kebenaran, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus dalam firman-Nya, dan janganlah terseret dalam kemunafikan. Kemunafikan adalah suatu tanda bahwa seseorang tidak takut akan Tuhan Yesus (Lukas 12:5). Amin
Pokok Doa
1. Persiapan kebaktian hari minggu
2. Persiapan H-7 retreat Remaja-Pemuda GKI Coyudan
3. Pergumulan jemaat yang sedang sakit dan lanjut usia
Porfida Jonito Adu