HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

SABTU, 25 APRIL 2026


HIDUP BERGAUL DENGAN ALLAH

KEJADIAN 6:8-9


Tetapi, Nuh mendapat kemurahan hati Tuhan. 

Inilah riwayat keluarga Nuh. Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya, dan hidup bergaul dengan Allah. 


Nuh hidup pada masa yang mungkin saja paling jahat dalam sejarah. Dalam ayat 5 dikatakan: Tuhan melihat betapa besarnya kejahatan manusia di bumi, dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata- mata. 

Manusia hidup dalam kecenderungan untuk selalu berlaku jahat. Kejahatan dan kejahatan, itulah yang dilakukan oleh manusia pada masa itu, sehingga kejahatannya sangat besar. 

Sampai-sampai Allah menyesal karena telah menjadikan manusia. Dan oleh karena kejahatan yang begitu banyak yang dibuat oleh manusia, Allah hendak memusnahkan apa yang sudah dijadikanNya. 


Diantara manusia yang hidup dengan segala kejahatannya yang besar, didapati Nuh, seorang yang hidup benar, yang hidup bergaul dengan Allah. 

Sangat mungkin tidak mudah hidup yang dijalani Nuh. Akan lebih mudah tentu ketika semua orang berbuat jahat, maka Nuh pun juga hidup dengan gaya hidup yang sama. Tetapi ketika Nuh, memilih untuk tidak menjadi serupa  dengan yang lain, ini adalah sebuah keputusan yang tidak gampang. 

Nuh tidak memilih untuk bergaul dengan dunia dengan segala kejahatannya, tetapi memilih untuk bergaul dengan Allah. 

Saat dunia  hidup dengan segala kejahatannya, Nuh memilih untuk hidup dalam kebenaran. 

Dan Allah melihat Nuh, orang yang hidup benar diantara manusia yang kejahatannya begitu besar. 

Nuh, mendapat kemurahan hati Allah. Pada saat Allah memusnahkan bumi dengan segala ciptaanNya, Nuh dan keluargaNya diselamatkan Allah. 


Dalam hidup selalu ada pilihan. 

Kita sangat sulit untuk meniadakan kejahatan di dunia ini, tetapi kita bisa memilih untuk hidup benar diantara manusia dengan segala kejahatannya. 

Janganlah menjadi serupa dengan  dunia ini, tetapi berubahlah oleh penbaharuan budimu, sehingga kamu dapat  membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepadaNya dan sempurna ( Roma 12:2 ). 



Pokok Doa: 

1.Anak-anak yang sedang menghadapi ujian akhir

2.Perdamaian dunia

3.Bangsa dan negara


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.