TUHAN ADALAH PENOLONG
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN.
Senin 27 April 2026
Bacaan: Yeheskiel 34:22
TUHAN ADALAH PENOLONG
Yehezkiel 34:22 (TB) maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.
Dalam bagian yang kita renungkan ini, Tuhan berbicara sebagai Gembala yang sejati. Pada waktu itu, para pemimpin Israel digambarkan sebagai gembala yang gagal. Mereka tidak menjaga, tetapi justru menyakiti domba-domba. Di tengah keadaan itu, Tuhan sendiri turun tangan.
1. Tuhan Menolong Domba-Domba-Nya.
Firman Tuhan berkata: “Aku akan menolong domba-domba-Ku…” Ini menunjukkan kasih dan kepedulian Tuhan. Ketika manusia gagal, Tuhan tidak tinggal diam. Ia datang untuk menyelamatkan.
Kadang kita seperti domba yang lemah, terluka, tersesat, atau tertindas. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan kita. Ia melihat, Ia peduli, dan Ia bertindak. Maka percayalah, dalam setiap pergumulan hidup, Tuhan adalah penolong kita. Jangan putus asa, karena kita ada dalam tangan Gembala yang baik.
2. Tuhan Melindungi dari Bahaya
Firman Tuhan melanjutkan: “…supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa…”
Domba tanpa gembala mudah diserang binatang buas. Begitu juga hidup kita tanpa perlindungan Tuhan, kita rentan terhadap dosa, tekanan hidup, dan pengaruh dunia.
Namun Tuhan berjanji memberi perlindungan. Ia bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga menjaga. Maka tinggallah dekat dengan Tuhan. Jangan menjauh dari hadirat-Nya, sebab di luar Dia, kita mudah jatuh.
3. Tuhan Menghakimi dengan Adil.
Firman Tuhan berkata: “…Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.”
Ini menarik, Tuhan tidak hanya melawan musuh dari luar, tetapi juga mengoreksi dari dalam. Ada domba yang kuat namun menindas yang lemah. Tuhan melihat itu dan Ia bertindak adil. Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk hidup benar, tidak menyakiti sesama, tidak egois, tetapi saling mengasihi.
Jemaat yang terkasih, Tuhan adalah Penolong kita.
Tuhan adalah Pelindung kita.
Tuhan adalah Hakim yang adil.
Hari ini, mungkin kita masih merasa lemah seperti domba. Datanglah kepada Tuhan. Ia tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga memulihkan dan menuntun kita.
Mari kita menyerahkan hidup kita kepada Gembala Agung, yang bukan hanya menjaga kita, tetapi juga menuntun kita dalam kebenaran.
Doa :
“Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah Gembala yang baik. Tolong kami yang lemah, lindungi kami dari bahaya, dan ajar kami hidup benar di hadapan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Amin.”
Johanis Melsasail