PANGGILAN MELAYANI
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 29 April 2026
Bacaan: Matius 20:20-28
Panggilan Melayani
Melayani bukanlah hal yang mudah. Untuk dapat melayani seorang harus merendahkan diri. Tetapi jangankan untuk merendahkan diri, ketika direndahkan orang lain saja kadang kita tidak bisa terima. Bahkan terkadang tidak sedikit orang yang berkata "melayani" tetapi sebenarnya justru ingin menampilkan diri dan dilayani. Apakah kehidupan orang Kristen harus sungguh-sungguh melayani? Atau lebih baik dilayani?
Setelah Yesus memberitahukan kepada murid-murid akan penderitaan-Nya untuk ketiga kalinya. Datanglah ibu dari Yohanes dan Yakobus meminta Yesus untuk memberikan anak-anaknya tempat disebelah Yesus ketika di Sorga nanti. Hal ini menunjukkan dua hal yang menarik: yang pertama, ibu Yohanes dan Yakobus memiliki iman yang besar bahwa Yesus adalah Tuhan sehingga ia berharap anak-anaknya mendapat tempat di sebelah Yesus ketika di Sorga nanti. Di sisi lain, yang kedua adalah bahwa iman yang besar itu tidak disertai pemahaman yang benar. Yesus baru saja menyatakan tentang penderitaan-Nya dan bahwa Yesus datang untuk melayani bukan untuk dilayani (ay. 28).
Selain itu murid-murid yang lain kemudian menjadi marah karena mereka merasa bahwa mereka juga berhak untuk mendapatkan tempat tersebut. Tetapi Yesus kemudian menegur mereka dan berkata bahwa "siapa yang hendak menjadi besar haruslah menjadi pelayan, dan siapa yang ingin termuka harus jadi hamba(ay. 26-27)." Ini adalah suatu pengajaran yang sangat berbeda dengan dunia. Di saat semua orang berlomba-lomba untuk menjadi yang besar dan paling utama, Yesus justru mengajarkan untuk melayani.
Lebih lagi Yesus dengan jelas berkata "sama seperti Anak Manusia... (Ay. 28)." Yesus tidak hanya berkata bahwa Dia datang untuk melayani, melainkan seolah Yesus juga ingin murid-murid meneladani-Nya. Yesus ingin murid-murid untuk melayani dan bukan dilayani, seperti Yesus yang melayani bahkan memberikan nyawa-Nya untuk tebusan bagi banyak orang. Yesus memberikan teladan melayani yang penuh kerendahan diri dan hati, dimana Ia taat pada kehendak Bapa untuk melakukan penebusan dengan darah-Nya.
Kita dipanggil untuk melayani bukan dilayani. Kita dipanggil untuk benar-benar merendahkan diri dan hati kita dihadapan Tuhan untuk melayani Dia. Iman yang besar itu perlu kita miliki, tapi lebih lagi kita butuh untuk mengenal Tuhan dengan benar. Sia-sia iman dan percaya kita, ketika kita tidak meneladani-Nya dalam kehidupan pelayanan kita. Jangan menjadi orang-orang yang hanya ingin terlihat melayani. Jadilah orang yang benar-benar melayani dari hati kepada Tuhan.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Pemerintah bangsa Indonesia
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen