ALLAH DAMAI SEJAHTERA

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Selasa, 28 April 2026


Allah Damai Sejahtera

Ibrani 13:20-21


Ada seorang muda yang begitu putus asa saat dia terjebak di hutan yang sedang terbakar. Kanan kiri sudah penuh dengan api, sementara dia tidak bisa melarikan diri karena kakinya tertimpa batang kayu yang cukup besar. Tidak ada lagi kesempatan baginya untuk menyelamatkan diri.


Di tengah keputusasaan itu, tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya. Orang tersebut mempertaruhkan nyawanya, untuk menyelamatkan anak muda ini, dengan mengangkat batang kayu itu. Akhirnya, pemuda itu selamat dari kematian. Dia sangat bersyukur karena telah diselamatkan. Kemudian dia memanggil orang yang menyelamatkannnya dengan Sang Penyelamat.


Bagi orang-orang percaya, yang semula hidup dalam dosa dan pemberontakan terhadap Allah, peran Allah sangat besar. Dalam kondisi yang penuh dosa dan hidup dalam kejahatan, seharusnya manusia tidak bisa diampuni lagi dan tujuannya jelas, kebinasaan. Karena untuk kembali kepada Allah yang Kudus, mereka sudah tidak layak. 


Namun, dalam kondisi demikian ternyata Allah tetap mengasihi manusia. Allah tetap menghukum manusia yang berdosa, tetapi mereka yang memilih berdamai dengan Allah, maka Allah akan menyelamatkannya. Orang yang memilih berdamai dengan Allah, harus menyerahkan hidupnya untuk Allah, yaitu hidup dalam terang.


Bagaimana manusia bisa berdamai dengan Allah, caranya adalah percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya. Karena Yesus Kristus telah menumpahkan darah perjanjian yang kekal. Dia telah berada di antara orang mati, namun Ia bangkit menunjukkan kemenangan. Maka bagi orang yang percaya kepada-Nya, sesungguhnya manusia lama mereka mati dan ia memperoleh hidup baru bersama Kristus.


Dengan percaya kepada Yesus Kristus, maka kita telah diperdamaikan dengan Allah. Sungguh anugerah yang besar, Allah mau berdamai dengan manusia yang berdosa, yaitu mereka yang telah bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus, Gembala Agung. Sehingga penulis Ibrani Allah sebagai Allah damai sejahtera, karena di dalam Dia kita menerima damai sejahtera karena telah dimenangkan melalui darah dan kebangkitan Kristus.


Maka langkah selanjutnya bagi orang percaya adalah hidup melakukan kehendak Allah damai sejahtera. ”Kiranya Allah damai sejahtera, ...., memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, melalui Yesus Kristus.”  Ini berarti hidup kita adalah hidup untuk Kristus. Hidup yang sudah dimerdekakan dari belenggu dosa.


Oleh karena itu, marilah kita terus menjalani kehidupan ini dengan hidup seturut firman-Nya. Hidup untuk memuliakan nama Tuhan. ”Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”


Pokok Doa

1. Doakan karyawan dan staf kantor gereja, serta keluarganya.

2. Kesejahteraan bagi bangsa Indonesia, keluar dari krisis ekonomi.

3. Tim Misi GKI Coyudan dalam melaksanakan tugasnya.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.