KEMULIAAN HANYA MILIK TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Kamis, 31 Juli 2025
Bacaan: Roma 11:33-36
Kemuliaan Hanya Milik Tuhan
Kita tentu tidak asing mendengar istilah "Soli Deo Gloria". Kata ini memiliki arti "kemuliaan hanya milik Tuhan." Kita biasanya menggunakan istilah ini untuk melakukan kegiatan dan pelayanan yang ingin kita tujukan untuk kemuliaan Tuhan. Tetapi beberapa orang salah mengartikannya sehingga menjadi "kemuliaan hanya bagi Tuhan." Apakah perbedaannya?
Paulus menjelaskan dengan panjang lebar dari surat Roma pasal 1 sampai yang ke 11 tentang bagaimana iman Kristen yang seharusnya. Doktrin dan dasar yang kokoh itu harus dibangun, sebelum akhirnya kita masuk dan melakukan segala sesuatu dalam dunia ini. Menarik sekali bahwa penjelasan doktrinal Paulus ditutup dengan menyadari kasih karunia atau anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ini berasal dari Tuhan, dan memang hanya milik Tuhan. Terlebih lagi bagaimana manusia berdosa kemudian memperoleh pengampunan melalui penebusan Yesus Kristus di kayu salib. Semua hanyalah kasih karunia Tuhan, tidak ada sedikitpun andil manusia.
Maka dari itu di akhir pasal 11 Rasul Paulus menutupnya dengan sebuah pengagungan kepada Tuhan. Dan dengan penuh kesadaran menyatakan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, oleh Tuhan, dan untuk Tuhan. Namun satu kalimat terakhir yang berkata "bagi Dia", seringkali disalahmengerti. Beberapa orang menganggap bahwa itu adalah pemberian dari manusia kepada Tuhan, seolah-olah Tuhan mendapatkan kemuliaan dari manusia. Padahal kalimat ini dengan jelas justru ingin menyampaikan bahwa kemuliaan itu memang adalah milik Tuhan, sebab Dia yang memulai segala sesuatu, dan segala sesuatu itu memang sudah seharusnya menjadi milik-Nya. Maka dari itu segala kemuliaan bagi Tuhan, adalah sebuah istilah yang menegaskan bahwa hanya Tuhanlah yang memiliki kemuliaan.
Kemuliaan hanya milik Tuhan, hendaklah hal ini juga menjadi dasar dalam kita melakukan segala sesuatu di dalam dunia ini. Supaya seperti apa yang disampaikan Rasul Paulus dalam perikop berikutnya, agar kita memperoleh pembaruan budi, sehingga kita dapat mengetahui manakah kehendak Tuhan. Teruslah menyadari bahwa Tuhanlah yang memiliki kemuliaan, dan Dia layak untuk dimuliakan. Dimanapun dan kapanpun marilah kita tetap memuliakan Dia dengan melakukan segala sesuatu yang berkenan kepada-Nya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Kondisi bangsa dan negara
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen