KEKUATAN DALAM KELEMAHAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
SENIN, 9 SEPTEMBER 2024
KEKUATAN DALAM KELEMAHAN
2 KORINTUS 12:1-10
Namun, jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerahKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. " Sebab itu, aku terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab, jika aku lemah, aku kuat. ( 2 Korintus 12:9-10).
Kelebihan, kekuatan dan kesuksesan, seringkali membuat manusia jatuh di dalam dosa kesombongan. Tidak sedikit orang yang menjadi tinggi hati karena berbagai macam kelebihan yang dimiliki, karena kesuksesan-kesuksesan yang telah diraih. Menjadi sulit untuk manusia tetap menjaga hati supaya memiliki kerendahan hati.
Rasul Paulus mendapatkan penglihatan dan penyataan yang luar biasa dari Tuhan. Hal seperti inipun juga bisa membuat manusia jatuh dalam dosa kesombongan rohani, merasa paling wuah, paling hebat, paling saleh, paling benar.
Pada ayat 7 Rasul Paulus mengatakan: " Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menghantam aku, supaya aku jangan meninggi. "
Rasul Paulus diijinkan oleh Allah untuk menderita sakit, secara fisik tentu saja Rasul Paulus mengalami kelemahan. Namun sakit secara fisik juga kerapkali berdampak kepada sakit secara psikhis, bahkan juga secara iman atau secara spiritual.
Seseorang yang berada dalam keadaaan sakit, biasanya hanya melihat sakitnya saja.
Terlalu sulit bagi orang percaya dalam keadaan sakit itu tetap kuat, dan melihat hal baik yang Tuhan sedang kerjakan.
Namun Rasul Paulus mendapatkan kekuatan dalam masa sakitnya, meskipun dia sudah berdoa dan meminta supaya Tuhan melepaskannya dari penderitaan dan kelemahannya, dan Tuhan menjawab, "cukuplah anugerahKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna".
Rasul Paulus tetap berada dalam keadaan sakit, tetap dalam keterbatasan dan penderitaannya, tetapi dia tahu bahwa ketika dirinya berada kelemahan itulah, kuasa Allah dinyatakan dalam dirinya secara sempurna. Allah memiliki rancangan baik dibalik penderitaan dan kelemahannya, yakni menjaga hati Paulus supaya tidak sombong dan tinggi hati, tetapi supaya tetap rendah hati dan memuliakan Kristus.
Dibalik kelemahan Paulus, ada kuasa Allah yang melampaui segala akal yang senantiasa menguatkan dirinya. Allah bisa memakai derita dan kelemahan untuk membentuk hati Paulus.
Belajar untuk melihat dari sudut pandang yang lain dalam memandang derita dan kelemahan, sehingga tidak buru-buru menyalah orang lain, menyalahkan Tuhan, menyalahkan diri sendiri. Tuhan bisa membentuk hati kita melalui derita dan kelemahan kita.
Kita tak akan mampu mengatasi, namun kuasa Kristus yang dianugerahkan kepada kita, Dia yang akan memampukan dan menguatkan kita ????????
Pokok Doa:
1.Untuk persiapan dan pelaksana Pilkada
2.Panitia bulan Misi
3.Pergumulan jemaat yang sakit, berduka, dan persoalan yang lain
Maria S