KEFASIKAN DAN KELALIMAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 13 November 2025
Kefasikan & Kelaliman
Roma 1:18-25
”Sebab, murka Allah dinyatakan dari surga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” (ay.18)
Pernahkah Saudara menghadapi seseorang yang berbuat salah, namun saat diberitahu kesalahannya, dia begitu kekeh, yakin, bahwa apa yang dilakukannya itu benar. Kita mencoba menjelaskan kesalahannya dengan berbagai cara, namun karena ia hanya memegang kebenaran menurut pikirannya sendiri, ia tidak mau tahu, pokoknya dia yang bena. Akhirnya kita menyerah. ”Yo wis lah, sak karepmu ...!”
Dalam bacaan hari ini, firman Tuhan menegaskan tentang murka Allah terhadap orang yang tegar tengkuk, hidup dalam kefasikan dan kelaliman yang menghilangkan kebenaran dalam hidupnya. Orang yang disebut fasik adalah orang yang selalu berbuat jahat, hidup penuh dosa, menjauhkan diri dari Tuhan, hidup tidak sesuai dengan firman Tuhan, munafik, dan mengutamakan hawa nafsu. Sedangkan orang lalim adalah orang yang berbuat jahat, kejam, dan menindas atau menghilangkan kebenaran.
Bisa jadi orang fasik dan lalim mengaku beriman, namun sesungguhnya mereka itu menolak Allah. Orang yang fasik dan lalim inilah, yang akan menghadapi penghakiman dan tidak ada jalan pengampunan bagi mereka, karena mereka tidak mau bertobat. Orang mungkin berpandangan, mengapa Allah yang penuh kasih, kok tega memurkai orang yang fasik dan lalim?
Karena orang-orang tersebut sama sekali tidak memuliakan Allah. Mereka memposisikan Allah sesuai dengan gambaran mereka sendiri. Mereka menciptakan “allah” sesuai kehendak mereka, dan tidak mengakui kebenaran yang sesungguhnya. Padahal mereka tahu siapa Allah sesungguhnya, karena Allah telah menyatakan diri melalui karya ciptaan-Nya. Tetapi orang fasik ini tetap menolak Allah dalam hidupnya.
”Sebab, sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka menyatakan diri berhikmat, padahal mereka telah menjadi bodoh.” (ay.21, 22).
Pada akhirnya, Allah membiarkan orang-orang fasik dan lalim tersebut hidup dalam kejahatan mereka, sampai pada hari penghakiman tiba.
Melalui firman Allah hari ini, kita perlu menyadari betapa hidup kita yang telah diselamatkan dalam Yesus Kristus, harus mengakui dan menempatkan Allah sebagai Allah kita. Allah, Sang Pencipta dan yang berkuasa atas hidup kita. Pengakuan itu kita wujudkan melalui kehidupan yang sesuai dengan firman Allah dalam tuntunan Roh Kudus. Kehidupan yang terus memuliakan Allah,hidup dalam sykur, dan hidup yang selalu siap untuk dibentuk semakin serupa dengan Kristus.
Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Doakan proses perijinan pembangunan rumah ibadah di Solo Baru.
2. Doakan Saudara-saudara yang sedang sakit.
3. Doakan kesejahteraan Kota Solo.
Sujud Swastoko