KEAGUNGAN ALLAH
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 3 Januari 2026
Keagungan Allah
Kisah Para Rasul 7:46-53
”Langit adalah takhta-Ku, dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku. Rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, demikian firman Tuhan, tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? Bukankah tangan-Ku sendiri yang membuat semuanya ini?” (ay.49-50)
Bacaan firman Tuhan hari ini merupakan kesaksian Stefanus di hadapan Mahkamah Agama. Stefanus yang telah dipilih untuk menjadi salah satu diaken, yaitu orang yang melayani kebutuhan para janda dan orang miskin, dibawa ke sidang Mahkamah Agama Yahudi. Stefanus merupakan pengikut Yesus Kristus yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, dan memiliki kuasa untuk melakukan banyak mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Pelayanan dan pemberitaan Injil yang dilakukan Stefanus telah membuat banyak orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Namun, ia juga mendapat perlawanan dari anggota rumah ibadah Yahudi yang memprovokasi orang banyak bahwa Stefanus telah menghujat Musa dan Allah, dan dituduh menentang tempat kudus dan hukum Taurat. Karena tuduhan itulah akhirnya Stefanus ditangkap dan diadili.
Saat disidang di Mahkamah Agama, Stefanus dengan berani bersaksi tentang Yesus Kristus. Ia membela diri dari tuduhan bahwa ia menentang Tempat Kudus (Bait Suci atau rumah ibadah) dan hukum Taurat. Dengan runtut Stefanus menjelaskan tentang perjalanan bangsa Israel hingga mereka menetap di tanah perjanjian dan memiliki raja sendiri dan berhasil membangun Bait Suci saat Salomo menjadi raja.
Namun, Stefanus menegaskan bahwa Allah tidak tinggal dalam rumah-rumah buatan manusia (Bait Suci). Allah bertakhta di langit dan bumi. Dia mematahkan pandangan orang Yahudi yang mengagungkan Bait Suci sebagai tempat Allah bertakhta. Tuhan Yesus sendiri yang telah mati disalibkan dan menjadi kurban pendamaian telah menyatakan bahwa menyembah Allah tidak lagi harus di Yerusalem atau tempat khusus, karena tiba saatnya manusia menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yoh.4:21-24).
Dari firman Tuhan hari ini kita diajak untuk menyadari bahwa Allah tidak bisa dibatasi oleh manusia. Mengagungkan Allah tidak bisa ditunjukkan melalui bangunan-bangunan gereja yang megah, seolah Allah hanya ada di gereja-gereja yang memiliki bangunan yang bagus dan megah. Sesungguhnya mengagungkan Allah tidak bisa dilihat dari bangunan gerejanya, tetapi dari hati umat-Nya yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.
Oleh karena itu, sebagai orang-orang percaya kita harus menyaksikan keagungan Tuhan melalui setiap karya-Nya dalam hidup kita, yaitu penyertaan-Nya saat kita menghadapi berbagai peristiwa di dunia ini, dan terlebih dari itu, karya agung keselamatan melalui Yesus Kristus, kurban sempurna yang telah menyelamatkan manusia dari dosa. Terus agungkan nama Tuhan melalui kehidupan yang berkenan kepada-Nya, dan terus bersaksi akan karya kasih-Nya yang mulia. Amin.
Pokok Doa
1. Peneguhan Penatua baru dan pelantikan pengurus Badan Pelayanan Jemaat besok.
2. Keamanan dan kesejahteraan Kota Solo.
Sujud Swastoko