KASIH YANG KEKAL

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

SELASA, 15 JULI 2025


KASIH YANG KEKAL

ROMA 8: 35

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesengsaraan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 


Dikasihi, adalah kebutuhan dasar dari setiap orang. Tidak ada yang tidak senang jika dikasihi. 

Tetapi bahwa dalam realita, banyak orang yang harus menelan kekecewaan karena kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi. Atau mungkin sempat merasa dikasihi, tetapi oleh karena hal-hal tertentu maka kasih seseorang itu berubah terhadap dirinya. 


Kabar yang menggembirakan yang dinyatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, baik penderitaan, kelaparan, kemiskinan, bahaya atau karena apapun. Allah mengasihi manusia dengan kasih yang kekal. Kasih Allah kepada manusia, tidak akan berubah oleh karena  keadaan manusia  yang berubah. 

Ia mengasihi manusia dalam keadaan suka dan duka, kuat dan lemah, kemiskinan atau kelimpahan. 

Rasul Paulus memiliki keyakinan penuh akan hal itu, seperti yang dinyatakannya: " Sebab, aku yakin bahwa baik maut maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang dibawah, ataupun suatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" ( ayat 38-39).


Berbahagialah setiap orang yang ada di dalam Kristus, karena Dia mengasihi dengan kasih yang kekal, yang tidak akan berubah dan tidak akan pernah terpisahkan. Dalam situasi dan kondisi hidup seperti apapun, Dia sangat mengasihi kita, dan Dia senantiasa menemani kita dalam perjalanan hidup kita. 


Tuhan Yesus memberkati ????????


Pokok Doa: 

1.Sesama yang sedang sakit

2.Kondisi perekonomian bangsa dan negara

3.Gereja dalam menjalankan Misi Allah 


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.