KASIH DAN DIDIKAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Kamis, 21 Agustus 2025
Bacaan: Ibrani 12:7-10
=====================
KASIH DAN DIDIKAN
Ayat Nats : Ibrani 12:7
"Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?”
Allah mengingat bagaimana Dia mengasihi Israel sejak awal, memimpin mereka seperti seorang bapa mengajar anaknya berjalan. Dia membebaskan mereka dari Mesir, menuntun dengan “tali kesetiaan dan ikatan kasih”, dan menyediakan segala kebutuhan mereka. Namun Israel justru menjauh, menyembah berhala, dan melupakan Tuhan. Karena keras kepala mereka, Israel akan menghadapi penghukuman: ditaklukkan oleh Asyur dan mengalami kehancuran. Ini bukan karena Allah kejam, tetapi karena dosa mereka membawa konsekuensi. Meskipun murka Allah nyata, kasih-Nya lebih besar. Dia berkata, “Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.” Dia tidak akan membinasakan Israel sepenuhnya karena Dia adalah Allah, yang menjadi manusia. Kasih-Nya mengalahkan penghukuman!
Seringkali kita seperti Israel; Diberkati dan dikasihi, tetapi mudah lupa dan berpaling dari Tuhan. Namun, Allah tetap setia, bahkan ketika kita tidak setia. Dosa selalu membawa penderitaan, tetapi penghukuman Allah bertujuan untuk memulihkan, bukan menghancurkan. Seperti seorang bapa yang mendisiplin anaknya, Tuhan ingin umat-Nya kembali kepada-Nya. Kita layak dihukum, tetapi Allah memberikan pengampunan. Dia rindu memulihkan kita, seperti seorang gembala yang mencari domba yang hilang. Allah berjanji akan membawa umat-Nya kembali dari pembuangan. Mereka akan “datang dengan gemetar”, mereka mengalami pertobatan sejati dan dipulihkan di tanah perjanjian.
Tuhan memiliki kasih yang tak terbatas dan tidak berubah-ubah seperti manusia. Kasih-Nya tidak tergantung pada perilaku kita, tetapi pada sifat-Nya yang baik dan penuh kasih. Dia memberikan kita kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Kita harus menyadari dosa-dosa kita dan bertobat, kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus, karena kasih-Nya dinyatakan melalui didikan seperti seorang Bapa kepada anaknya.
Amien. Tuhan Memberkati.
Doa :
=====
Bapa di dalam nama Yesus, Engkau Allah penuh kasih dan kesabaran, kami mau hidup dalam kasih-Mu untuk menyatakan kepada dunia bahwa kami adalah anak-anak-Mu. Kami mau bersandar pada Firman-Mu agar dunia tahu bahwa Engkau di dalam kami dan kami di dalam Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa...Amin.
Bp Johanis Melsasail, S.Si.Teol