JERAT MAMON

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Sabtu, 9 Agustus 2025

Bacaan: Matius 6:19-24

====================


JERAT MAMON


Keinginan untuk menjadi kaya telah menjadi naluri setiap orang sejak jaman dahulu. Banyak orang berpikir bahwa kekayaan akan menjamin kecukupan, kebahagiaan, kepuasan, kemudahan dan keamanan dalam hidup ini. Tidak heran jika hampir setiap orang di dunia ini berjuang mati-matian untuk mendapatkannya. Mereka bukan hanya mengumpulkan sebanyak mungkin dengan harapan supaya tidak kekurangan di kemudian hari, tetapi juga untuk memuaskan hawa nafsu mereka. 


Apakah mengumpulkan harta kekayaan adalah sesuatu yang dilarang Allah? Sama sekali tidak. Alkitab berkata bahwa orang yang bijaksana adalah mereka yang mengumpulkan harta supaya tidak berkekurangan. mengumpulkan harta bukanlah sesuatu yang salah, melainkan harus dilakukan demi masa depan. Namun yang perlu kita ingat adalah tujuan dan sikap hati kita terhadap harta kekayaan. Jika kekayaan menjadi prioritas utama dan menjadikan diri kita menjauh dari Tuhan, maka kekayaan itu menjadi jerat bagi kita sehingga kita jatuh dalam dosa yang lain.


Tuhan Yesus berkata bahwa tidak mungkin bagi seseorang mengabdi kepada dua tuan sebab dia akan mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. Demikian pula jika seseorang mencoba mengabdi pada Allah dan kekayaan, pasti harus ada salah satu pihak yang dia abaikan. Jarang sekali orang yang mengabaikan harta. Orang cenderung mudah untuk memilih harta dari pada Allah. Bahkan banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah jauh meninggalkan Allah dan mengabdi pada Mamon.


Mengabdi pada Mamon artinya menganggap uang bisa menyelamatkan hidup, menganggapnya sebagai sumber kebahagiaan utama melebihi Allah. Mengabdi pada uang berarti mengutamakan uang lebih daripada mengasihi Allah. Orang yang mengabdi pada uang sering kali membuat fokus mereka pada keinginan daging dan akhirnya menyimpang dari jalan Tuhan. Kita harus waspada akan jerat kekayaan ini. Kita harus sadar bahwa kekayaan adalah sarana hidup sementara. Tujuan kita yang utama adalah Allah. Gunakanlah kekayaan yang kita miliki demi kemuliaan Allah, sehingga kekayaan yang kita miliki tidak menjauhkan kita dari Allah melainkan semakin mendekatkan kita kepadaNya. Tuhan memberkati kita. Amin.


Pokok Doa  :

===========

1. Penatalayanan GKI Coyudan.

2. Jemaat yang berulang tahun.

3. Jemaat yang sedang bergumul dengan kesehatan,  pekerjaan dan keluarga.


Bpk. Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.