JANGAN BERHENTI BELAJAR

  •  Reggy Leo
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Jumat, 26 September 2025 


JANGAN BERHENTI BELAJAR


Amsal 28:1-3

"Karena pemberontakan negeri banyaklah penguasa-penguasanya, tetapi karena orang yang berpengertian dan berpengetahuan tetaplah hukum (ay.2)"


Dunia kita sedang bergerak cepat. Hari ini kita melihat bagaimana teknologi yang baru muncul lima tahun lalu sudah dianggap usang. Cara kerja di kantor, sistem pendidikan, bahkan gaya hidup masyarakat berubah begitu drastis. Di tengah arus perubahan ini, hanya mereka yang mau belajar dan beradaptasi yang bisa tetap bertahan. Tidak heran ada pepatah yang berkata, “Orang yang berhenti belajar, sebenarnya sudah berhenti hidup.” Bukan berarti kita terus menimbun informasi tanpa henti, melainkan memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita tidak tahu segalanya, agar kita tidak gampang terjebak dalam cara berpikir lama yang sudah tidak relevan.


Amsal 28:2 memberikan gambaran yang sangat relevan untuk kita renungkan. Dikatakan bahwa karena pemberontakan negeri, banyaklah penguasa-penguasanya. Alkitab New Living Translation menerjemahkan “pemberontakan” sebagai moral rot within a nation (kerusakan moral dalam sebuah bangsa).

Artinya, ketika sebuah bangsa kehilangan fondasi moral, maka akan terjadi kekacauan: perebutan kekuasaan, munculnya banyak pemimpin yang hanya mengejar kepentingan pribadi, dan hancurnya kepercayaan rakyat. Kita bisa melihat hal ini dalam sejarah maupun di masa kini. Kerusakan moral akan menyebabkan ketidakstabilan.


Namun, kontrasnya, seorang pemimpin yang bijaksana dan berpengetahuan adalah pemimpim yang mau terus belajar, mereka akan mampu menjaga stabilitas dan membawa keadilan. Dari sini kita bisa melihat bahwa berhenti belajar sama saja dengan berhenti bijaksana. Seorang pemimpin, entah itu di pemerintahan, gereja, keluarga, atau pekerjaan, akan kehilangan arah bila menutup diri dari pengetahuan baru dan dari hikmat firman Tuhan. Sebaliknya, seorang yang terus belajar akan tahu bagaimana memahami situasi, merespons dengan benar, dan mengambil keputusan yang tepat.


Orang bijak tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ia tahu. Ia mau mendengar, mau dikoreksi, dan mau memahami situasi yang berubah. Dan kerendahan hati inilah yang membuatnya bisa menjadi berkat, bahkan menjadi alat Tuhan untuk menjaga keutuhan suatu komunitas atau bangsa.


Sama seperti gelas yang kosong akan mampu menampung air, tetapi gelas yang penuh tidak bisa diisi lagi. Demikian juga hati yang rendah dan mau belajar akan selalu bertumbuh dalam hikmat, sementara hati yang merasa sudah tahu segalanya justru berhenti berkembang. 


Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dipanggil untuk tidak berhenti belajar. Belajar dari firman Tuhan setiap hari, belajar dari pengalaman hidup, belajar dari kesalahan, bahkan belajar dari orang lain. Dengan terus belajar, kita bisa menghadapi perubahan zaman dengan bijak, menanggapi tantangan dengan benar, dan menjadi pribadi yang membawa dampak positif bagi lingkungan kita. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar. Rendahkan hati, isi hidup dengan firman dan pengetahuan yang benar, dan biarlah hidup kita dipakai Tuhan untuk menjaga dan membangun, bukan untuk menghancurkan. 

Kiranya Tuhan menolong kita semua 



Pokok Doa:

1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran

2. Berdoa untuk keadilan dan kepemimpinan di dalam pemerintahan Indonesia

3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan


Reggy Leo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.