JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Rabu, 4 Maret 2026


Jangan Berbuat Dosa Lagi

Yohanes 8:1-11


”Siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” ... Lalu kata Yesus, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.”  (ay.7b, 11b)


Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana perasaan perempuan yang tertangkap basah sedang berzina dan kemudian dibawa kepada Yesus yang sedang mengajar di Bait Allah. Perempuan itu diletakkan di tengah-tengah dan tentu menjadi perhatian semua orang. Pasti hatinya hancur karena dosa yang dilakukannya, dan ketakutan karena pasti ia akan dirajam. 


Peristiwa ini menarik karena yang membawa perempuan itu kepada Tuhan Yesus adalah ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka memiliki pengaruh besar dan kekuasaan besar dalam agama Yahudi. Seorang teolog, Bruce Milne, menafsirkan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini sedang melancarkan serangan untuk menjerat Yesus melalui perangkap yang licik. Mereka memanfaatkan seorang perempuan yang tertangkap basah berzina, dan minta pendapat Yesus, hukuman apa yang tepat untuk perempuan tersebut?


Perangkap yang disiapkan untuk  Yesus ini merupakan buah simalakama. Karena menurut hukum Taurat, hukuman perempuan yang berzina adalah dilempari batu (dirajam) sampai mati. Dalam kondisi seperti itu, mereka seolah menantang Yesus yang dikagumi dan dikenal karena belas kasih-Nya kepada orang yang tersisih, tertindas, dan bergelimang dosa. Bagaimana Yesus menghukum perempuan itu?


Kalau Yesus menolak hukuman rajam bagi perempuan itu, berarti Ia menolak hukum Taurat. Namun jika Ia menyetujui, Ia berhadapan dengan tentara Romawi karena hanya penguasa Romawi yang berhak menjatuhkan hukuman mati. Sehingga Ia bisa dipersalahkan dan dibawa ke penguasa Romawi.


Yang mengejutkan adalah jawaban Yesus, ”Siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Maka orang-orang itu satu per satu, mulai dari yang tertua, pergi meninggalkan perempuan itu. Orang-orang itu tahu mereka adalah orang berdosa sehingga tidak berani melempar batu. Tuhan Yesus pun tidak menghukum perempuan itu. Ia meminta perempuan itu pergi, ”Pergilah, dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi.” Yesus meminta perempuan itu bertobat dan menghidupi pertobatan dengan cara hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan.


Di masa pra-paska ini kita juga disadarkan, begitu banyak dosa-dosa yang telah kita lakukan, bahkan tidak terampuni. Namun, Tuhan dengan tangan terbuka membuka diri bagi mereka yang mengakui segala dosanya, bertobat dan minta ampun, karena Ia akan mengampuni kesalahan orang berdosa. Yesus telah mati disalib untuk menggantikan hukuman manusia.


Oleh karena itu,  marilah kita menyadari akan kasih Allah melalui Yesus Kristus, dan hidup dalam pertobatan dengan setia dan taat hidup sesuai dengan firman Tuhan. Kita harus menjaga kekudusan hidup dan jangan berbuat dosa lagi. Kiranya Roh Kudus menolong kita. Amin.


Pokok Doa

- Perdamaian dunia.

- Misi penginjilan di seluruh lapisan masyarakat.

- Pemerintah dan bangsa Indonesia.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.