INJIL BUKAN DARI MANUSIA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Kamis, 22 Januari 2026
INJIL BUKAN DARI MANUSIA
Galatia 1:11–12
“Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudara, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah Injil yang berasal dari manusia. Karena aku tidak menerimanya dari manusia dan tidak pula mempelajarinya, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.”
Renungan
Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil yang ia beritakan bukanlah hasil pemikiran manusia, bukan pula tradisi yang diwariskan atau disesuaikan demi menyenangkan banyak orang. Injil itu berasal dari Allah sendiri dan dinyatakan melalui Yesus Kristus. Karena itulah Injil memiliki kuasa untuk mengubah hidup, bukan sekadar menambah pengetahuan rohani.
Di tengah jemaat Galatia, muncul ajaran yang telah mencampurkan Injil dengan tuntutan manusia dan aturan-aturan keagamaan. Paulus mengingatkan bahwa ketika Injil tidak lagi bersumber dari Allah, iman akan kehilangan pusatnya. Yang tersisa hanyalah kewajiban tanpa sukacita dan agama tanpa relasi.
Firman ini juga berbicara kepada kita hari ini. Iman Kristen bukan hanya tentang kebiasaan beribadah, tradisi gereja, atau apa yang lazim dilakukan banyak orang. Iman yang sejati bertumbuh dari perjumpaan dengan Kristus yang hidup, yang terus menyatakan kebenaran-Nya dan membarui arah hidup kita.
Refleksi Pribadi
Dalam menjalani iman, kita sering terbawa oleh kebiasaan, tradisi, atau pendapat orang lain. Melalui firman ini, kita diajak kembali bertanya: apakah iman yang kita hidupi sungguh lahir dari perjumpaan dengan Kristus dan ketaatan kepada Injil-Nya.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyatakan Injil-Mu kepada kami. Tolong kami agar tidak hanya menjalani iman sebagai kebiasaan, tetapi sebagai relasi yang hidup dengan-Mu. Perbarui hati kami supaya setia kepada Injil yang sejati dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.
Pdt Daniel K Gunawan