IMAN YANG MENYEMBUHKAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 4 Oktober 2025
Bacaan: Matius 20:29-34
Iman yang Menyembuhkan
Tentu kita pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup kita. Dan di masa sulit itu, tentu juga sulit bagi kita untuk tetap percaya kepada Tuhan. Namun apakah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang percaya? Apakah kita akan terus ragu dan kalah oleh situasi yang kita alami?
Ketika Yesus keluar dari kota Yerikho, di sana ada dua orang buta yang memohon kesembuhan dari Yesus. Mereka belum pernah bertemu dengan Yesus, dan mungkin hanya pernah mendengar tentang Dia. Maka ketika mereka mendengar bahwa Yesus lewat, mereka segera berseru untuk disembuhkan. Namun kerumunan orang yang banyak itu membuat mereka semakin tersisihkan. Ditambah lagi mereka justru ditegor karena seruan mereka. Dalam kondisi yang sulit kita pun juga ingin berseru kepada Tuhan, tetapi kadang ada hal-hal yang membuat kita akhirnya mundur dan meragukan Tuhan. Tetapi apa respon dua orang buta tersebut?
Mereka semakin keras berseru dan memohon belas kasihan kepada Yesus. Mereka menunjukkan kegigihan dna keyakinan iman mereka. Mereka percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan mereka. Dari kisah ini kita belajar, ini bukan tentang mukjizat penyembuhan melainkan iman yang teguh dan iman yang menyembuhkan.
Selain itu ungkapan yang diucapkan oleh dua orang buta ini mengajarkan kepada kita pentingnya iman yang benar kepada Tuhan yang benar. Mereka berkata "Tuhan, Anak Daud.." ini adalah ungkapan rasa percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Sehingga iman mereka bukan sembarang tetapi iman yang benar. Lalu mereka juga berkata "kasihanilah kami." Hal ini juga menunjukkan kerendahan hati dan kerelaan untuk menerima kehendak Tuhan.
Setelah apa yang mereka lakukan, Yesus pun berhenti dan kemudian menyembuhkan mereka. Ini tentu mengejutkan semua orang pada waktu itu. Yesus harus berhenti untuk menyembuhkan dua orang yang berseru. Yesus tahu mereka membutuhkan kesembuhan, dan iman mereka telah menyembuhkan mereka.
Maka dari itu, milikilah iman yang teguh dan keyakinan yang tidak tergoyahkan kepada Tuhan. Tujukan iman kita kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati. Mari kita terus belajar, dalam masa sulit sekalipun kita tidak goyah dan terus berseru kepada Tuhan. Tuhan pasti mendengar doa dan seru kita. Dan bukan fokus pada kesembuhannya, melainkan iman yang terus teguh dan tidak tergoyahkan. Kiranya Tuhan menolong dan menguatkan setiap kita untuk terus berjalan bersama-Nya.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaanremaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan bulan keluarga
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen