IMAN IMPLISIT

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 28 Mei 2025

Bacaan: Kisah Para Rasul 17:10-11

=====================


IMAN IMPLISIT



John Calvin pernah mengkritik iman orang kristiani pada zamannya dengan sebutan "iman implisit". Iman Implisit adalah iman yang hanya mempercayai apa kata orang, tanpa di dasarkan pada apa yang di katakan firman Tuhan. Dengan kata lain, kita langsung saja percaya apa yang disampaikan orang tentang firman Tuhan, tanpa mengecek kebenarannya langsung dari Alkitab. Tampaknya baik, namun, bagaimana jika yang disampaikan itu ternyata keliru? Bukankah yang diimani itu jadi ikut keliru? Tampaknya, "iman implisit" juga menjangkiti orang kristiani masa kini. Bukankah kita kerap mendengar orang yang mengaku mengenal Tuhan, tetapi dengan alasan bahwa mendengar kesaksian dan pengajaran dari seseorang. Alih-alih mempelajari firman Tuhan dengan saksama, orang ini hanya mengekor orang lain.


Tidak demikian dengan jemaat di Berea. Di satu sisi, mereka menerima pengajaran Paulus dan Silas dengan penuh semangat (kata "kerelaan hati" dalam ayat 11 berasal dari kata Yunani prothymias, yang lebih tepat jika diterjemahkan dengan kata "kesungguhan hati"). Namun, di sisi lain, mereka menyelidiki pengajaran tersebut di bawah terang firman Tuhan. Mereka tidak mempraktikkan ketaatan buta yang menelan mentah-mentah apapun yang dikatakan oleh otoritas manusia. Mereka menguji sebuah pengajaran sebelum memercayainya.


Apakah kita memiliki "iman implisit"? Apakah kita malas meneliti firman Tuhan secara serius demi iman kita dan hanya manut dengan pendapat orang lain? Milikilah sikap jemaat Berea yang selalu antusias belajar dari orang lain, tetapi juga berupaya untuk mendalami firman Tuhan secara mandiri setiap hari.

Kiranya Tuhan memberkati kita.


Pokok Doa:

==========

1. Penatalayanan GKI Coyudan.

2. Ibadah kenaikan Tuhan Yesus.

3. Keluarga yang sedang mengalami pergumulan.


Johanis M

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.