HIKMAT= STOP (TERUS MENERUS) MENGELUH

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN 

RABU 12 NOVEMBER 2025 


HIKMAT= STOP (TERUS MENERUS)  MENGELUH


Pengkhotbah 7:10-11 (TB)  Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.


Jika kita membaca judul renungan harian kita pagi ini, mungkin terkesan "ah tidak mungkin!". Mengapa? Karna tidak mungkin manusia tidak mengeluh. Nah mari kita luruskan. Yang dimaksudkan dalam judul ini adalah bukan tidak boleh mengeluh, tetapi janganlah terus menerus mengeluh. Apa sebabnya? Karena sesungguhnya tak ada yang berguna dari tindakan terus menerus mengeluh. Salah satu contoh orang mengeluh ada dalam ayat ini. Yaitu ketika ia hanya terus melihat bahwa jaman dulu lebih baik daripada jaman sekarang. Ucapan ini memiliki arti bahwa ia sesungguhnya hidup di masalalu dan ia tidak suka akan kenyataan di masa kini. Itulah sebabnya ia mengeluh. Baginya masa kini selalu lebih buruk daripada masa lalu. Inilah salah satu ciri orang mengeluh: tak bisa melihat hal baik dimasa kini. Rasanya ingin mengeluh karena ia hanya ingin hidup di masa lalu. Padahal ciri orang berhikmat adalah orang yang dapat menghadapi dan menerima masa kini dengan apa adanya. Inilah salah satu contoh dari orang  yang mempunyai hikmat. Jika orang berhikmat mempunyai pandangan hidup seperti ini, maka ia sejatinya telah menikmati sebuah warisan hidup. Warisan yang membuatnya melihat bahwa hidup dimasa kini, apapun yang terjadi, pastilah ada baiknya, ada untungnya. Sungguh sebuah cara pandang yang sangat berbeda bukan? 

Nah, mari sekarang kita hentikan kebiasaan mengeluh yang tak berujung. Mari kita ganti dengan semangat dalam hikmat Tuhan yang membuat kita melihat kebaikan hidup dimasa kini, seberat apapun itu. Percayalah jika itu yang sedang kita jalani, maka hidup masa kini adalah anugerah Tuhan yang harus kita nikmati, jalani dan syukuri. 


Doa pagi: 

" Ya Tuhan kiranya Dikau mengaruniakan hikmatMu agar aku mempunyai cara pandang baru dalam menjalani hidup ini. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.