HIDUP PENUH DAMAI SEJAHTERA
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 3 Maret 2026
Bacaan: Yesaya 65:17-25.
===========÷===========
HIDUP PENUH DAMAI SEJAHTERA
"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati" (Yesaya 65:17)
Kehidupan adalah perlintasan antara suka dan duka silih berganti. Sekeras apa pun usaha kita untuk baik dan benar, kehidupan terus melemparkan rintangan ke jalan hidup kita. Kita berpikir bahwa ketika kita sudah berbuat baik dan benar maka kita akan aman dan terlindungi dari penderitaan. Namun realitanya, Semakin berbuat baik, semakin besar pula cobaan yang datang menghampiri.
Allah berjanji akan selalu bersama kita setiap detik, setiap menit, setiap jam yang panjang. Ya.. Allah berada dalam pikiran dan hati kita, sehingga kita menjalani hidup baru dalam hubungan dengan Allah. Memiliki hubungan pribadi dengan Allah berarti kita mempunyai Shalom yang dianugerahi Yesus Kristus dalam hidup kita.
Sebagai orang Percaya, kita telah menerima sukacita yang besar karena Roh Allah memimpin kita saat kita percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Kekuatan besar yang berasal dari Allah yang menempati hati dan pikiran kita itulah yang memampukan kita, sehingga kehidupan setiap hari di dunia ini, di sini dan kini, bahkan melalui penderitaan pribadi kita, kita menjadi saksi Kristus. Kita mempunyai kekuatan untuk mengatasi ketakutan kita dan menanggung penderitaan kita hanya melalui hubungan perjanjian Allah dengan kita.
Sebelum penyaliban dan kebangkitan Yesus, Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu"(Yoh.14:27). Damai sejahtera ini adalah wujud kehendak Allah bagi kita yang memenuhi hati dan pikiran kita setiap hari, sehingga relasi kita dengan Allah selalu baik, dan relasi kita dengan sesama tak lagi mengingat-ingat kesalahan yang pernah terjad, namun selalu mengerjakan pemulihan dalam hidup satu dengan yang lain, sehingga damai sejahtera Allah akan selalu memenuhi hati dan pikitan kita. Tuhan memberkati kita. Amin...
Doa :
=====
Ya Allah, Engkaulah yang maha mulia. Kami percaya bahwa Engkau bersama kami dalam suka dan duka. Tolonglah kami agar mengupayakan damai sejahtera dan sukacita setiap hari dan menghadirkan damai sejahtera itu bagi sesama kami. Amin.
Johanis Melsasail