HIDUP DALAM IMAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Senin, 11 Agustus 2025
HIDUP DALAM IMAN
Ibrani 11:1-7
”Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat. Sebab, dengan imanlah telah diberikan kesaksian bahwa Allah berkenan kepada para pendahulu kita.” (ay.1,2)
Mengapa Allah berkenan kepada persembahan Habel? Dan mengapa Henokh tidak mengalami kematian dunia (tubuh) tetapi langsung diangkat oleh Allah? Demikian pula dengan Abraham, mengapa sampai ia bersedia meninggalkan tanah leluhurnya untuk pergi ke suatu tempat yang ia sendiri belum tahu?
Jawaban semua itu adalah karena mereka beriman kepada Allah, yaitu percaya dengan kesungguhan hati kepada Allah. Habel memiliki iman kepada Allah yang ditunjukkan dengan memberikan persembahan berupa kurban yang lebih baik dari kurban yang diberikan Kain. Habel memberikan persembahan yang baik, menunjukkan sikapnya yang menyembah, menghormati, dan mengakui Allah dalam hidupnya.
Demikian pula dengan Henokh, sepanjang hidupnya ia bergaul dengan Allah, karena ia beriman kepada Allah. Henokh hidup lebih dari tigaratus tahun dan sepanjang itu ia bergaul dengan Allah, hingga akhirnya dia diangkat ke surga. Abraham yang nenek moyangnya tidak mengenal Allah, namun ia percaya dan beriman kepada Allah, sehingga dengan iman itulah dia melakukan segala sesuatu yang dipandang benar oleh Allah.
Lalu, bagaimana dengan kita? Jika kita memiliki iman sesuai dengan firman Tuhan (Ibr.11:1 Versi Mudah Dibaca ) ”Beriman berarti yakin sungguh-sungguh akan hal-hal yang diharapkan, berarti mempunyai kepastian akan hal-hal yang tidak dilihat.”, maka kita juga harus membuktikan iman itu dengan hidup yang benar-benar sesuai kebenaran firman Allah.
Dengan demikian, walaupun firman Allah tidak masuk akal bagi kita atau tidak bisa dilogika menurut pikiran kita, tetapi jika kita meyakini dengan sungguh bahwa Yesus Kristus adalah jalan dan kebenaran dan hidup, maka kita akan selamat. Dengan iman kita percaya bahwa Yesus Kristus adalah Sang Sabda yang telah menjadi manusia, yang telah mengurbankan diri-Nya untuk menghapus dosa manusia sehingga ia diselamatkan.
Oleh karena itu, kalau kita memang beriman kepada Allah, maka iman itu harus dibuktikan melalui kehidupan kita, yaitu hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Firman Allah menjadi pegangan kita saat melangkah, seperti yang dilakukan Abraham yang percaya, walaupun secara manusia tidak bisa memberikan keturunan, tetapi dengan iman, Abraham percaya kepada janji Allah hingga ia memiliki anak dari Sarah, yaitu Ishak.
Karena itulah, mari kita memiliki iman yang benar, yaitu iman di dalam Yesus Kristus, iman di dalam kebenaran firman Tuhan. Amin.
Pokok Doa
1. Persiapan peringatan HUT RI.
2. Pelayanan misi di Indonesia.
3. Para pemimpin negeri ini diberi hikmat Tuhan.
Sujud Swastoko