HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 8 Desember 2025
Bacaan : I Tesalonika 4:7-8
==================
HIDUP BERKENAN KEPADA ALLAH
1 Tesalonika 4:7-8 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
Pengertian hidup kudus adalah hidup yang dipisahkan dan dikhususkan untuk Tuhan, serta diubahkan oleh Roh Kudus. Hidup kudus berarti hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan, menjauhi dosa, dan mengejar kebenaran dan kesucian. Hidup kudus bukan hanya tentang melakukan hal-hal yang benar, tetapi juga tentang memiliki hati yang benar dan hidup yang dipenuhi dengan kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Allah yang memanggil, memilih dan menyelamatkan kita adalah Mahasuci, Mahakudus dan Mahamulia. Jika seseorang hidup kudus maka Allah selalu tinggal di dalam hidupnya dan menyertainya, bahkan dia selalu di dalam hati dan pikiran Allah.
Dalam bacaan alkitab hari ini, kita dapat memperhatikan kekudusan dalam 3 hal..
1. Dipisahkan dari dosa: Hidup kudus berarti meninggalkan dosa dan kehidupan lama serta mengabdikan diri kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya.
2. Diubahkan oleh Roh Kudus: Hidup kudus berarti diubahkan oleh Roh Kudus tiap-tiap hari dan menjadi semakin serupa denga Kristus.
3. Mengejar kebenaran dan kesucian: Hidup kudus berarti mengejar kebenaran, kesucian, dan kemuliaan Allah dalam hidup tiap-tiap hari.
Hidup di dunia ini, memang tidak bebas dari pengaruh doas yang buruk. Namun di hari Minggu kemarin, kita terah menyalakan lilin Adven ke-2 berwarna Ungu, yang melambangkan cinta dan kesetiaan. Jangan sama seperti jemaat di Tesalonika, mereka sangat dipengaruhi oleh perilaku buruk dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hidup perkawinan, mereka sering di kendalikan oleh hawa nafsu. Kalau sudah tidak puas dengan isterinya sendiri, suami pergi mencari perempuan-perempuan lain untuk dirayu dan diperdaya agar dapat melakukan percabulan untuk memuaskan keinginan mereka.
Paulus menasihati bahwa sebesar apa pun pengaruh dosa, jemaat harus tetap hidup mengikuti firman Tuhan seperti yang disampaikan kepada mereka. Mereka harus lebih sungguh-sungguh menaruh perhatian penuh pada Allah untuk hidup berkenan kepada-Nya dan tetap menjaga kekudusan dalam perkawinan. Hidup dengan satu isteri, setia, jujur dan benar, memperlakukan isterinya dengan baik dan adil, sehingga perkawinan terus berlangsung dalam pengudusan dan penghormatan.
Kiranya Roh Kudus mengurapi kita semua dalam seluruh aktivitas di sepanjang hari ini, agar kita hidup berkenan kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya. Kita akan terhindar dari hawa nafsu, keinginan daging dan perilaku cabul sehingga tubuh kita tetap kudus untuk kemuliaan Allah.
Pokok Doa :
==========
1. Penatalayanan GKI Coyudan
2. Masyarakat Aceh dan Sumatera yang tertimpa bencana
3. Pergumulan jemaat dan yang ber ulang tahun.
Johanis Melsasail