HATI YANG TERTAMBAT PADA ALLAH

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Warta, 3 Agustus 2025


HATI YANG TERTAMBAT PADA ALLAH


Lukas 12:13-21

Apa yang ada dalam hati manusia akan terpancar dalam segala tindakan dan juga perkataannya. Jika dalam hati seorang terikat pada uang, maka motivasi kehidupannya selalu berhubungan dengan uang. Jika dalam hati seorang terikat pada jabatan, maka motivasi kehidupannya selalu berhubungan dengan jabatan. Jika dalam hati seorang terikat pada kecintaan pada diri, maka motivasi kehidupannya akan selalu berhubungan dengan dirinya. Lalu bagaimana dengan kita, para pengikut Kristus?

Saat ini kita berada dalam kondisi dunia yang selalu menjauhkan kita dari Tuhan. Melalui ajaran-ajaran dan trend yang ada, dunia perlahan-lahan menjadikan “diri manusia” sebagai pusat kebenaran yang sah. Semua orang boleh menentukan standar moral masing-masing, dan boleh menentukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Sampai-sampai manusia lupa bahwa pada dasarnya manusia sudah rusak dan jatuh ke dalam dosa.

Tetapi bukankah kita sudah beroleh anugerah, sehingga kita tidak lagi berdosa? Betul, namun anugerah bukan membuat kita jadi seenaknya sendiri. Anugerah tidak membuat kita menjadi orang yang bebas menentukan apa yang baik dan yang jahat. Anugerah justru membuat kita menyadari bahwa tanpa Tuhan kita binasa. Anugerah juga membuat kita sadar betapa perlu kita dekat dengan Tuhan.

 Milikilah hati yang tertambat pada Allah! Mintalah Tuhan untuk selalu menjaga hati kita, agar dalam perkataan dan tindakan yang keluar dari dalam hati kita selalu memuliakan Tuhan. Teruslah ingat bahwa kita hanyalah manusia berdosa yang beroleh anugerah. Biarlah Tuhan terus memegang kendali dalam kehidupan kita.

(Bp. Gerald Raynhart Stephen, S.Th)


Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.