HANYA SATU INJIL
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 15 Januari 2026
Hanya Satu Injil
Galatia 1:6-12
”Sebab, aku menegaskan kepadamu, Saudara-saudara, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil yang berasal dari manusia. Aku tidak menerimanya dari manusia dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya melalui penyataan Yesus Kristus.” (ay.11,12)
Saat ini kadang orang sulit untuk membedakan barang-barang yang asli dan yang palsu. Hanya mereka yang sudah memahami barang-barang yang asli yang bisa membedakan yang asli dan yang palsu. Demikian pula dengan berita-berita yang beredar, sulit membedakan apakah berita itu benar atau berita bohong. Biasanya kita percaya berita itu benar setelah melihat yang membuat memang dari media yang profesional, bukan abal-abal.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, kita melihat, ternyata ada injil yang tidak benar yang kemudian dipercaya oleh Jemaat di Galatia. Rasul Paulus dengan tegas mengingatkan jemaat di Galatia untuk tidak mudah percaya pada injil lain itu karena tidak bersumber pada Yesus Kristus. Injil yang berbeda tersebut bertujuan untuk mengacaukan dan memutarbalikkan Injil Kristus. Injil itu tidak mengakui Yesus sebagai Kristus atau Mesias, Allah yang menjadi manusia.
Paulus juga mengutuk orang-orang yang memberitakan injil selain Injil Yesus Kristus, karena membuat orang lain tersesat dan hanya menyenangkan manusia. ”Sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepadamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah ia.” (ay.8)
Injil yang benar adalah Injil yang mewartakan tentang karya keselamatan manusia melalui Yesus Kristus. Injil yang mengajarkan tentang kehendak Allah, menunjukkan karya kasih Tuhan Yesus hingga Ia rela menderita, disiksa, dan mati disalibkan, kemudian bangkit dari kematian yang menunjukkan kemenangan-Nya atas maut. Jika ada injil yang tidak memberitakan tentang ajaran Yesus Kristus, maka itu bukanlah injil yang sesungguhnya.
Sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kita perlu mewaspadai setiap ajaran yang ada di sekitar kita, agar tidak terjebak dan percaya pada ajaran yang tidak benar. Jangan sampai kita tersesat yang pada akhirnya mempercayai ajaran-ajaran yang memang enak didengar di telinga dan menjanjikan kenikmatan dunia, namun pada akhirnya mengarahkan kita pada jurang maut.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendengar firman Tuhan, memahaminya dengan baik, dan melakukan kebenaran sesuai kehendak Allah. Terus libatkan Allah dalam kehidupan kita, sehingga kita senantiasa dituntun oleh Roh Kudus untuk hidup dalam kebenaran, sehingga pada saatnya kita didapati tidak tercela dan hidup berkenan di hadapan Allah. Kiranya Tuhan selalu menuntun dan menyertai langkah kehidupan kita. Amin.
Pokok Doa
- Pengurus BPJ yang baru semakin diperlengkai dan melayani Tuhan dengan kesungguhan hati.
- Program-program pelayanan di tahun ini berjalan dengan baik.
Sujud Swastoko