GEREJA ADA UNTUK BERSAKSI

  •  Andri Prasetya Budhihardjo
  •  

Renungan Warta, 14 September 2025


Gereja Ada Untuk Bersaksi

Kisah Para Rasul 2:41-47 & Matius 4:18-22

  

1.   Gereja Mula-Mula Hidup Dalam Kesaksian (Kis. 2:41-47)

Setelah mendengar Injil, sekitar 3.000 orang bertobat dan memberi diri dibaptis. Inilah buah dari kesaksian yang hidup.Kehidupan jemaat mula-mula ditandai dengan: bertekun dalam pengajaran rasul, persekutuan, doa, dan saling berbagi.

Cara hidup mereka yang penuh kasih, kebersamaan, dan kepedulian menjadi kesaksian nyata bagi orang banyak. Hasilnya: “Setiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (ay. 47).

 

2.  Panggilan Untuk Mengikuti dan Bersaksi (Mat. 4:18-22)

Yesus memanggil Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes untuk meninggalkan pekerjaan lama dan mengikuti-Nya. Mereka dipanggil bukan hanya menjadi pengikut, tetapi juga “penjala manusia.” Panggilan Yesus selalu memiliki tujuan: menjadi saksi dan membawa orang lain kepada-Nya.Respon murid-murid adalah ketaatan penuh tanpa menunda: “Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”

 

3.  Gereja Bukan Hanya Untuk Diri Sendiri

Gereja bukanlah tempat sekadar berkumpul atau mencari kenyamanan rohani.

Gereja ada untuk melanjutkan misi Kristus: memberitakan kabar baik dan menghadirkan kasih Allah. Kesaksian gereja tidak hanya lewat khotbah, tetapi lewat cara hidup: berbagi, melayani, mengasihi, dan menjaga kesatuan. Dunia saat ini haus akan teladan nyata, bukan hanya kata-kata.

 

4.  Apa Arti Bagi Kita Hari Ini?

Setiap orang percaya adalah bagian dari Gereja Kristus. Artinya, setiap kita adalah saksi. Kesaksian tidak harus selalu besar dan spektakuler; bisa dimulai dari hal sederhana:

  • berkata jujur dan hidup integritas,

  • mau berbagi dan peduli,

  • berani mendoakan teman atau keluarga yang membutuhkan,

  • hidup dengan kasih sehingga orang lain melihat Kristus melalui kita.

 

Hari ini kita diajak untuk kembali mengingat bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk percaya, tetapi juga untuk bersaksi. Kesaksian hidup kita sehari-hari adalah Alkitab yang “dibaca” orang lain. Sudahkah cara hidup kita membawa orang mendekat pada Kristus atau justru menjauh? Kiranya kita mau taat seperti para murid yang segera mengikuti Yesus, dan hidup seperti jemaat mula-mula yang bertekun dalam kasih dan persekutuan.

Dengan demikian, gereja—yaitu kita semua—benar-benar hadir untuk bersaksi, sehingga nama Tuhan dipermuliakan.


(Bp. Andri Prasetya B.)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.