GAMBARAN YESUS

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 16 Juli 2025

Bacaan : Matius 25:31-46

=====================


GAMBARAN YESUS


Nats  : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku." (Ayat 45)


Ada seorang pemuda yang ingin merayakan hari ulang tahunnya dengan Yesus, idolanya. Dia percaya bahwa jika dia meminta Yesus untuk datang, maka Yesus pasti datang. Setelah pemuda itu menyiapkan beberapa makanan untuk menjamu Yesus, datanglah seorang pengemis meminta sedekah. Pemuda itu menolaknya, "Aku tidak mengundang kamu, pergilah!" Beberapa saat kemudian ada seorang gelandangan yang juga datang dan meminta sedekah di teras rumahnya. Pemuda itu pun menolaknya dengan alasan dia sedang mengundang orang penting untuk datang di pestanya. Setelah gelandangan itu pergi, ada seorang tua yang cacat dan tidak dapat berjalan meminta sedekah kepadanya. Pemuda itu pun mengusirnya juga. Hingga malam hari, Yesus yang ditunggu tidak datang juga. Dia pun sedih dan berdoa. Dia kemudian mendengar suara, "Aku sudah datang tiga kali tetapi kau menolak Aku." Pemuda itu pun mengingat peristiwa siang tadi. Pemuda itu pun menangis dan menyesali perbuatannya.


Kepada para muridNya, Yesus memberikan gambaran tentang diriNya. Dalam ayat 31 yang mengatakan bahwa Pertama, Yesus adalah seorang raja dan hakim. Yesus memiliki otoritas penuh yang kelak akan menghakimi semua manusia sesuai dengan perbuatannya. Namun yang Kedua, masih dalam perikop yang sama, Yesus menggambarkan diriNya sebagai orang yang miskin dan menderita. Yesus menggambarkan dirinya sebagai orang yang lapar, haus, orang asing, orang telanjang, orang sakit dan seorang narapidana. Gambaran ini jauh berbeda dengan kebesaran diriNya dalam gambaran pertama. Orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana mungkin Tuhan menggambarkan dirinya sebagai orang yang menderita? Sebenarnya, kedua gambaran tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain.


Melalui ilustrasi ini, Tuhan Yesus ingin supaya kita selalu sadar bahwa Tuhan akan senantiasa memperhatikan cara hidup kita. Bakti dan ibadah kita kepada Tuhan tidak boleh hanya berhenti pada penyembahan, doa dan pujian semata. Lebih dari itu, Tuhan mau kita membuktikan kasih kita kepadaNya dengan mengasihi sesama manusia yang membutuhkan uluran tangan kita, karena melalui tindakan kasih kepada mereka yang miskin dan tak berdaya adalah gambaran kasih kita kepada Allah yang tidak kelihatan.

Tuhan memberkati..


Pokok Doa  :

==========

1. Penatalayanan GKI Coyudan.

2. Awal sekolah Anak-Cucu di jenjang pendidikan yang baru.

3. Jemaat yang berulang tahun dan yang sedang menghadapi pergumulan hidup.


Bp. Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.