Dosa yang Mendatangkan Maut

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Selasa, 14 Januari 2025

Bacaan: 1 Yohanes 5:13-21


Dosa yang Mendatangkan Maut


Berbicara soal dosa, setiap orang percaya tentu tahu bahwa hal itu tidak boleh dilakukan. Bukan hanya tidak boleh, tetapi itu sangat membahayakan. Sebab dosa akan membuat kita binasa dan tidak memperoleh hidup kekal. Tetapi Yohanes mencoba menjelaskan bahwa ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Dosa seperti apakah itu?


Yohanes ingin berangkat dari sebuah paham dosa yang benar. Semua dosa itu sebenarnya mendatangkan maut (ay. 17). Tetapi orang-orang yang memiliki status sebagai anak-anak Allah, dianggap tidak berdosa sebab Allah melindunginya (ay. 18). Sehingga dengan demikian singkatnya, dosa yang dilakukan oleh anak-anak Allah bukanlah dosa yang mendatangkan maut lagi, sebab Allah sendiri yang telah melindungi mereka.


Selain itu di awal perikop Yohanes memulainya dengan menegaskan bahwa setiap orang percaya itu sudah memiliki hidup kekal (ay. 13). Hidup kekal adalah hidup yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika seorang menerima dan percaya kepada-Nya. Bahkan Yohanes berbicara pula soal pengabulan doa; yakni bahwa doa-doa kita akan dipenuhi oleh Allah ketika kita meminta sesuatu yang sesuai dengan kehendak-Nya (ay. 14). Hal ini tidak berbicara pengabulan segala doa, melainkan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Mengapa hal ini perlu dijelaskan? Sebab Yohanes ingin menunjukkan kesinambungan tentang pengabulan doa ynag sesuai kehendak Tuhan dengan kehidupan kekal yang dijanjikan-Nya.


Kalau kita perhatikan di ayat 16, Yohanes menjelaskan bahwa ketika seorang melakukan dosa yang tidak mendatangkan maut atau sebagai orang yang statusnya adalah anak-anak Allah, mereka dapat berdoa agar mereka diampuni dan memperoleh hidup kekal. Tetapi bagi orang yang tidak percaya kepada Allah mereka tidak akan mendapat pengampunan dan dosa yang mereka lakukan adalah dosa yang mendatangkan maut. Sehingga bagi mereka yang tidak percaya kepada Allah tidak akan memperoleh hidup kekal.


Pengabulan doa dalam konteks ini adalah tentang pengampunan dan hidup kekal. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak percaya, doa mereka tidak didengar, yang berarti dosa mereka tidak diampuni dan membawa maut bagi diri mereka. Hanya kepada orang-orang percaya saja, kehidupan kekal itu dijanjikan. Hanya orang-orang percaya saja yang akan mendapatkan pengampunan dosa.


Sehingga, mari renungkan hal ini, yaitu bukan berarti sebagai orang percaya kita tetap dapat melakukan dosa. Memang betul bahwa dosa kita tidak lagi mendatangkan maut, tetapi makna dosa tetap sama yaitu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita tidak melakukan kehendak Tuhan, doa kita tidak dikabulkan, atau artinya kita tidak akan mendapatkan kehidupan kekal itu (baca lebih teliti ay. 13-15). Maka dari itu, tetaplah hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika kita tanpa sengaja melakukan dosa, datanglah dan berdoa memohon pengampunan kepada-Nya, sambil terus memohon kekuatan dari Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Bangsa dan pemerintahan

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.