DOA BUKAN (HANYA) TENTANG MEMINTA

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

SENIN 5 MEI 2025 


DOA BUKAN (HANYA) TENTANG MEMINTA 

Matius 7:7-9 (BIMK)  "Mintalah, maka kalian akan menerima. Carilah, maka kalian akan mendapat. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan untukmu. 

Karena orang yang minta akan menerima; orang yang mencari akan mendapat; dan orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. 

Di antara kalian apakah ada ayah yang memberikan batu kepada anaknya, kalau ia minta roti? 


Apakah kita masih berdoa? Tentu kebanyakan kita akan  menjawab: "tentu saja masih!". Namun jika pertanyaan menjadi, apakah kita masih dengan sungguh-sungguh TEKUN berdoa? Nah mungkin saja, kita akan perlahan mengambil waktu untuk menjawab pertanyaan ini. Mengapa? Karena berbicara soal ketekunan berdoa, ini berarti soal sebuah ketekunan tanpa henti untuk bersengaja terus menerus tinggal dalam doa. Kapanpun, dimanapun. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah bukan. Namun melalui Firman hari ini, ada sebuah janji dan tujuan dari ketekunan berdoa. Janji dan tujuan itu adalah: ketekunan kita berdoa tidak mungkin SIA-SIA. Di suatu hari, sesuai waktu dan kehendak Bapa, doa itu akan menemukan titik terang. Itulah mengapa Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang bertekun dalam doa, akan mendapatkan pintu dibukakan baginya. Ketekunan berdoa adalah sebuah perjalanan iman yang membuat diri kita menjadi sungguh menyadari bahwa kita sejatinya sedang menyatukan hati dengan hati Bapa. Begitu hati kita melekat padaNya maka kita akan mendapatkan hal yang sesuai dengan kehendakNya. Bapa yang kita kenali dan alami secara pribadi di dalam doa-doa kita adalah Bapa yang tak mungkin memberikan yang buruk bagi kita anak-anakNya. Darimana iman percaya itu bisa dibentuk? dari KETEKUNAN DALAM DOA. Jadi DOA bukan hanya sekedar mengetuk untuk meminta, namun doa adalah ketukan yang tekun kita lakukan agar yang hanya kita minta adalah mengenal dan mengalami kehendak Bapa. Itulah makna,tujuan dan inti dari Doa kita selama ini. Mari terus bertekun dalam doa-doa kita. 


Doa pagi: 

"Bapa, betapa lembut hatiMu menampung dan mendengar doa-doa yang kami panjatkan padaMu tanpa henti..." 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.