DIUBAHKAN, BUKAN DISAMARKAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Sabtu, 10 Januari 2026
Diubahkan, Bukan Disamarkan
Kisah Para Rasul 9:21–22
Teks yang kita baca, menggambarkan keterkejutan banyak orang ketika melihat Saulus—yang dahulu dikenal sebagai penganiaya jemaat—kini dengan berani memberitakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Reaksi heran itu wajar, sebab perubahan yang terjadi pada Saulus bukan perubahan kecil atau sekadar penyesuaian sikap, melainkan pembalikan arah hidup yang nyata. Ia tidak lagi hidup untuk ambisi, reputasi, atau pembenaran diri, tetapi untuk Kristus yang telah ia jumpai.
Perubahan karena Kristus selalu bersifat mendalam. Saulus tidak hanya berganti pandangan, tetapi juga identitas dan tujuan. Teks ini menegaskan bahwa ia “makin kuat” dan “membingungkan orang-orang Yahudi” karena kesaksiannya berakar pada perjumpaan pribadi dengan Yesus. Transformasi sejati tidak lahir dari usaha memperbaiki diri semata, melainkan dari relasi dengan Kristus yang hidup. Dari situlah muncul keberanian, keteguhan, dan kejelasan iman.
Renungan ini mengajak kita bercermin: apakah iman kita sungguh mengubah arah hidup, atau hanya memperhalus perilaku luar? Hidup yang disentuh Kristus akan terlihat dalam cara kita berbicara, mengambil keputusan, dan bersaksi—meski mungkin mengundang keheranan atau penolakan. Namun, seperti Saulus, kita dipanggil untuk setia hidup dalam kebenaran yang telah kita kenal. Perubahan hidup karena Kristus bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang hidup dengan arah yang baru, semakin dikuatkan di dalam Dia.
Pokok doa
1. Mereka yang undur imannya
2. Kesatuan hati Majelis, Aktifis, Jemaat, dan Simpatisan dalam melayani Tuhan.
Pdt Daniel KG