DIBENCI KARENA INJIL
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Jumat, 22 Agustus 2025
DIBENCI KARENA INJIL
Kisah Para Rasul 17:1-9
”Ia menerangkan dan menunjukkan kepada mereka bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati. Ia berkata, “Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.”
Namun orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan bantuan beberapa penjahat yang berkeliaran di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu.” (ay.3,5)
Kebencian terhadap pemberitaan Injil, yaitu kabar sukacita tentang keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus, sudah terjadi sejak gereja mula-mula. Kebencian terhadap orang-orang Kristen, yaitu mereka yang percaya kepada Yesus Kristus, Sang Mesias, bukan hanya terjadi di Yerusalem saja, tetapi juga ke wilayah lain termasuk di Tesalonika, sebuah kota di Yunani.
Di Tesalonika ada tempat ibadah umat Yahudi. Pada saat Paulus dan Silas berada di kota itu. Mereka masuk rumah ibadat orang Yahudi dan mulai mengajarkan tentang Kitab Suci. Selama tiga hari Sabat, berturut-turut mereka menjelaskan tentang telah digenapinya janji Allah seperti yang dinyatakan dalam Kitab Suci, yaitu penggenapan tentang kehadiran Sang Juruselamat, Mesias, yaitu Yesus Kristus.
Paulus mengajarkan, Mesias atau Sang Juruselamat harus menderita dan pada akhirnya mati disalibkan. Tetapi, pada hari ketiga, Yesus bangkit dari antara orang mati. Ia menang atas maut dan yang percaya kepada Kristus akan memiliki kehidupan kekal. Banyak orang Yahudi dan Yunani setelah mendengar berita Injil bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Di antara mereka terdapat juga perempuan-perempuan terkemuka yang memiliki pengaruh di daerah itu.
Namun, berita Injil yang seharusnya disambut dengan sukacita itu ternyata ditanggapi dengan rasa kebencian oleh sebagian orang-orang Yahudi yang tidak percaya kepada Kristus. Mereka menghasut banyak orang melalui para penjahat, menuduh pengikut Kristus telah memberontak terhadap kekaisaran Romawi karena mereka memberitakan tentang raja yang baru. Tujuan mereka adalah agar orang-orang Kristen, terutama Paulus dan Silas, bisa diadili dan dihukum, sehingga tidak bisa mengabarkan Injil lagi.
Setelah ribuan tahun, kebencian terhadap orang-orang Kristen masih sering terjadi. Di Indonesia, akhir-akhir ini juga terjadi perusakan tempat yang digunakan untuk kegiatan persekutuan. Rumah-rumah ibadah berusaha dibongkar dan perijinan dihalang-halangi. Semua muncul karena tidak ingin kebenaran dinyatakan.
Oleh karena itu, jika kita menyaksikan adanya tindakan intoleransi, yaitu sikap yang tidak menghargai perbedaan, terutama karena perbedaan agama, maka jangan sampai kita terpengaruh untuk melakukan aksi balasan. Tuhan Yesus sendiri memilih jalan damai dan kasih. Lebih baik menyingkir dan berdoa agar Tuhan memberikan pengertian kepada orang-orang yang selama ini membenci Kristus.
Kehadiran kita di dunia adalah menjadi terang melalu kehidupan yang meneladani Kristus. Kita adalah terang Kristus sehingga hidup kita juga harus mejadi terang bagi orang lain, memberikan kedamaian dan kesejahteraan di sekitar kita. Untuk itu mari kita terus memberitakan Injil melalui perkataan, perbuatan, dan melalui seluruh kehidupan kita, walaupun risikonya kita dibenci orang lain.
Kiranya Tuhan menyertai dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Persiapan ibadah HUT GKI Coyudan dan Sinode GKI.
2. Pelayanan misi di Indonesia.
3. Doakan pemimpin negeri ini takut akan Tuhan.
Sujud Swastoko