DIBENARKAN KARENA IMAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

Senin, 8 Januari 2024


Roma 4:1-12

”Sebab sekiranya Abraham dibenarkan berdasarkan perbuatannya, ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. Sebab, apa yang dikatakan Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Allah dan Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (ay.2-3 TB2)

Abraham disebut juga sebagai bapa orang beriman, baik bagi orang yang bersunat atau orang Yahudi, maupun bagi orang yang tidak bersunat atau non-Yahudi. Mengapa Abraham sampai disebut bapa orang beriman? 

Abraham memiliki rasa percaya yang besar kepada Allah. Apa yang dikatakan Allah, ia percayai sepenuhnya. Walaupun janji Allah kepadanya dari sisi logika atau akal tidak bisa diterima, tetapi Abraham tidak meragukan Allah. Seperti janji Allah bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar, padahal saat itu dia belum mempunyai anak, usianya sudah hampir seratus tahun dan istrinya 90 tahun, sehingga tidak memungkinkan untuk hamil. 

Namun, Abraham tetap percaya kepada Allah dan akhirnya dia menyaksikan sendiri, istrinya hamil dan melahirkan Ishak, yang kemudian menurunkan orang-orang yang menjadi bangsa pilihan Allah. Abraham terus melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam hidupnya sebagai wujud kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah. 

Tetapi Allah membenarkan Abraham bukan karena perbuatan-perbuatannya, tetapi karena imannya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak boleh memegahkan diri di hadapan Allah. Allah lebih menilai ke hati orang tersebut, yaitu apakah dia percaya sepenuhnya kepada Allah, seperti yang dialami Abraham.

Ini bukan berarti perbuatan-perbuatan baik itu tidak penting. Justru orang yang percaya kepada Allah, akan menunjukkan iman percayanya melalui perbuatan-perbuatan baik seperti yang dikehendaki Allah. Jadi, perbuatan baik tersebut dilakukan dengan kerendahan hati untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk menyombongkan diri.

Orang yang dibenarkan Tuhan akan menjalani kehidupan ini dengan perasaan sukacita, rasa syukur karena telah diampuni dosa-dosanya, dan imannya akan semakin kuat kepada Allah. Setiap perbuatan baik yang dilakukan bukan untuk mendapatkan pahala atau agar diselamatkan, tetapi benar-benar dilakukan dengan ketulusan hati sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang telah memindahkan hidupnya dari gelap kepada terang, dari maut kepada hidup.

Kalau kita menyebut diri sebagai orang percaya, maka kita mengakui Abraham sebagai bapa kita sehingga hidup kita meneladani kehidupan Abraham, yaitu setia dan taat kepada Allah dalam situasi apa pun, dan memiliki iman yang benar di dalam Yesus Kristus, Sang Firman Allah yang telah menjadi manusia. Kiranya Roh Kudus menolong kita agar iman kita terus bertumbuh dan hidup kita dibenarkan Allah. Amin. 

Pokok Doa
1. Bagi yang sakit, diberikan kekuatan, kesabaran, dan kesembuhan.
2. Bagi yang sedang bergumul karena pekerjaan, bisnis, keluarga, Tuhan memberikan jalan keluar dan memberkati.
3. Bangsa Indonesia diberikan keamanan dan kedamaian.

Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.