DIBEBASKAN DALAM KRISTUS
RENUNGAN WARTA 22 JUNI 2025
DIBEBASKAN DALAM KRISTUS Galatia 3:23–29
Dalam dunia pendidikan anak, dikenal istilah disiplin positif sebuah pendekatan yang bukan menekankan hukuman (negative reinforcement) atau hadiah (positive reinforcement), melainkan menekankan kepada kesadaran (self-awareness). Dengan menekankan kepada kesadaran, anak-anak memahami mengapa sesuatu itu benar dan salah sehingga tindakan yang mereka ambil tidak didorong oleh rasa takut akan hukuman atau keinginan untuk mendapatkan hadiah. Perilaku yang dewasa tidak didorong oleh ketakutan atau iming-imin, tetapi kesadaran akan kebaikan.
Rasul Paulus menulis kepada jemaat Galatia yang tergoda untuk kembali hidup di bawah hukum Taurat, seolah-olah iman kepada Kristus belum cukup. Ia menjelaskan bahwa sebelum Kristus datang, umat manusia dikurung di bawah hukum, yaitu sebuah sistem yang menjaga mereka tetap berada dalam batas sampai waktu kedewasaan rohani tiba (ayat 23).
Rasul Paulus memakai istilah bahwa hukum menjadi “penuntun” atau “pendidik” (Yunani: paidagogos) sampai Kristus datang (ayat 24). Dalam konteks Yunani-Romawi, paidagogos adalah hamba yang tugasnya mengawasi dan membimbing anak-anak majikannya sampai mereka cukup dewasa untuk bertanggung jawab sendiri. Namun, ketika Kristus datang, kita tidak lagi berada di bawah penuntun itu—karena sekarang kita diangkat menjadi anak-anak Allah oleh iman (ayat 25–26). Melalui baptisan, kita mengenakan Kristus (ayat 27) dan semua perbedaan sosial, etnis, atau gender tidak lagi menjadi pembatas (ayat 28). Kita kini adalah ahli waris janji, bukan lagi sekadar anak-anak yang dijaga dari kesalahan. Kita dibebaskan bukan untuk liar, tapi untuk hidup sebagai anak yang bertanggung jawab dalam kasih karunia.
Dibebaskan dalam Kristus berarti bebas dari sistem usaha sendiri untuk benar di hadapan Allah karena kita tidak diselamatkan karena mematuhi aturan, tapi karena iman kepada Kristus. Kita tidak lagi hidup dalam ketakutan melanggar aturan, tetapi hidup dalam relasi kasih dengan Bapa, digerakkan oleh Roh Kudus.
Kita dibebaskan dalam Kristus bukan untuk hidup seenaknya, tapi untuk hidup sebagai anak-anak Allah yang mengenakan Kristus dan mencerminkan kasih-Nya. Hukum menuntun kita dulu, tapi kasih karunia membimbing kita sekarang. Mari tinggalkan kehidupan yang terikat pada ketakutan dan usaha manusiawi. Hiduplah dalam sukacita sebagai anak yang sudah diterima, sudah diampuni, dan sudah diberi warisan dalam Kristus.
(Sdr. Henry Reggy Leo C. S., S.Ag.M.Pd.)