DENGAN DAMAI
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 17 Oktober 2025
DENGAN DAMAI
Kejadian 31:43-55
"timbunan batu dan tugu inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkau pun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat (ay. 52 )"
Di dalam interaksi kita dengan orang lain bisa terjadi konflik oleh karena perbedaan pemikiran, karakter, dsb. Konflik adalah hal yang wajar ketika kita memutuskan untuk berkomunitas, tetapi jika konflik terus dipelihara, ia bisa menghancurkan secara perlahan dari dalam. Mulai dari dalam diri kita, bahkan dari dalam komunitas kita. Alkitab mencatat contoh penyelesaian konflik yang baik antara Yakub dan Laban.
Perjanjian antara Yakub dan Laban adalah untuk menciptakan kesepakatan yang jelas dan menghindari konflik di masa depan. Setelah mengalami ketegangan dan perselisihan, terutama terkait dengan kepemilikan ternak dan keluarga, mereka sepakat untuk mengikat perjanjian sebagai tanda kesaksian di antara mereka.
Dalam perjanjian ini, mereka mendirikan tugu sebagai simbol komitmen mereka untuk tidak melanggar batas yang telah ditetapkan. Laban menekankan pentingnya Tuhan sebagai saksi atas perjanjian mereka, yang menunjukkan bahwa mereka mengakui kehadiran dan pengawasan Tuhan dalam hubungan mereka.
Dengan demikian, perjanjian ini bertujuan untuk menjaga hubungan baik dan menciptakan rasa saling menghormati meskipun ada sejarah ketegangan di antara mereka. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan saling menghormati.
Konflik yang tidak diselesaikan seperti air yang tertahan di bendungan yang semakin lama tekanannya semakin besar dan bisa membuat bendungan jebol. Tapi tekanan air tersebut bisa ditanggulangi dengan cara lain, yaitu dibuang secara perlahan.
Amarah bisa menumpuk ketika kita berada di dalam konflik sama seperti air bertekanan tinggi di dalam bendungan. Kita bisa memikirkan berbagai cara jahat untuk menyelesaikan konflik. Tetapi, melampiaskan emosi hanya terasa memuaskan di awal, buntutnya adalah masalah baru dan konflik berkepanjangan.
Dari Yakub dan Laban kita belajar bahwa penyelesaian konflik yang bijaksana dan melibatkan Tuhan akan membawa kedamaian di pihak kita maupun pihak lawan. Orang yang dahulu musuh suatu hari bisa Tuhan pakai untuk menolong kita juga.
Marilah sebagai anak-anak Tuhan kita menjadi inisiator perdamaian di tengah konflik sehingga nama Tuhan dimuliakan dan kita menjadi berkat bahkan bagi orang yang membenci kita.
Kiranya Tuhan menolong kita
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk orang Kristen yang dipersekusi di dunia
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo