DALAM KRISTUS ADA DAMAI
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Sabtu, 14 Februari 2026
Dalam Kristus ada Damai
Yohanes 16:33
”Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Pernah ada hari ketika semuanya terasa berat.
Bukan karena satu masalah besar, tetapi karena banyak hal kecil yang menumpuk. Percakapan yang melelahkan. Tugas yang tidak selesai. Pikiran yang tidak berhenti berputar. Hati yang diam-diam cemas.
Di tengah suasana seperti itu, firman dari Injil Yohanes 16:33 terdengar begitu jujur:
“Dalam dunia kamu menderita…”
Yesus tidak menutup-nutupi kenyataan. Ia tahu dunia tidak selalu bersahabat. Ia tahu akan ada tekanan, pengkhianatan, ketidakadilan, bahkan air mata. Ia mengatakannya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi supaya kita tidak kaget. Supaya ketika penderitaan datang, kita tidak merasa Tuhan meninggalkan kita.
Namun kalimat itu tidak berhenti di sana.
“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.”
Damai itu bukan karena masalah hilang. Damai itu bukan karena hidup tiba-tiba rapi. Damai itu ada “di dalam Aku,” kata Yesus. Artinya, damai bukan soal situasi, tetapi soal relasi. Bukan soal apa yang terjadi di luar, tetapi siapa yang kita pegang di dalam.
Bayangkan murid-murid waktu itu. Mereka mendengar perkataan ini sebelum salib. Sebelum penangkapan. Sebelum kekacauan. Mereka belum mengerti sepenuhnya, tetapi Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi.
Lalu Ia berkata, dengan nada penuh keyakinan:
“Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
Belum ada salib saat itu. Belum ada kubur kosong. Tetapi Yesus berbicara seolah kemenangan itu sudah selesai. Karena memang di dalam rencana Allah, kemenangan itu pasti.
Mungkin hari ini kita sedang merasa kalah—oleh keadaan, oleh kelemahan diri sendiri, oleh ketakutan yang diam-diam kita simpan. Tetapi firman ini mengingatkan: dunia boleh menekan, namun tidak menentukan akhir cerita.
Yesus sudah mengalahkan dunia.
Dan jika kita tinggal di dalam Dia, kita berdiri di pihak kemenangan.
Hari ini, mungkin situasi belum berubah.
Masalah mungkin masih ada.
Tetapi kita bisa melangkah dengan hati yang diteguhkan.
Bukan karena kita kuat,
tetapi karena Dia sudah menang.
Pokok Doa
1. Persiapan hati masa raya paska untuk berpuasa/pantang
2. Perdamaian Dunia
Pdt Daniel KG