COFFEE BREAK

  •  Raphael Timotius Suy
  •  

Bacaan: Matius 11:28-30

 

Coffee Break adalah istilah yang sering digunakan dalam sesi istirahat acara, seminar dan pekerjaan. Alasan dari pengunaan kata “Coffee” karena Coffee memiliki banyak manfaat seperti; meningkatkan daya fokus, anti depres ringan, dan yang terutama sumber kenikmatan dikala tubuh serta pikiran sedang letih. Oleh sebab itu, Coffee Break merupakan aspek yang penting juga dalam menyongsong aktifitas pekerjaan agar lebih optimal. 

Namun manusia pada abad ke-21 ini sering kali berada dalam hidup yang penuh tekanan entah itu dari pekerjaan, keluarga dan lingkungan sosial. Sampai-sampai kita lupa untuk memberikan waktu pada diri sendiri menepi sejenak dari kesibukan untuk sekedar beristirahat. Secara biologis, tubuh dan pikiran manusia itu perlu untuk diistirahatkan sejenak dari aktifitas yang padat, karena bila dipaksakaan tubuh dapat melemah atau sakit. Jikalau tubuh dan pikiran melemah maka akan berdampak pada lingkungan sekitar maupun pekerjaan, karena mudah lelah dan mudah tersulut emosi sehingga dapat menurunkan kualitas diri.

Dalam kisah Yesus, Iapun memberikan teladan kepada kita umat-Nya untuk menghargai waktu beristirahat dari setiap tekanan dengan cara merengkuh diri melalui Doa. (Luk 22:39-46) Yesus pada waktu Ia mengetahui bahwa waktu penyalibanNya sudah dekat, Ia menepi dari keramaian lalu berdoa kepada Bapa di bukit Zaitun. Melalui kemanusiaan Yesus, Ia menekankan akan pentingnya menepi sejenak dari dunia, karena manusia memerlukan waktu untuk dapat beristirahat. Istirahat atau menepi dari dunia bukan berarti lari dari dunia, akan tetapi beristirahat disini lebih menekankan kepada kesadaran untuk “recharge” diri dengan datang kepada Bapa.

Karena seperti yang pada (Matius 11:28) “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” Yesus memberikan teladan kepada kita bahwa dalam keadaan senang ataupun sulit sekalipun datanglah kepada Sang Bapa. Karena Sang Bapa selayaknya Coffee yang memberikan ketenangan, kenikmatan dan kekuatan kepada kita anak-anakNya untuk dapat melangkah kembali dalam menjawab tantangan dunia.

Maka dari itu meskipun kita berada dalam aktifitas pekerjaan kita yang padat, marilah kita memberikan waktu sejenak untuk menikmati Coffee Sang Bapa, yang akan memberikan ketenangan, kenikmatan dan kekuatan di dalam perjalanan perziarahan kita di dunia. 

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja, pemuda GKI Coyudan.
2. Pergumulan dalam menemukan pasangan hidup.
3. Jemaat yang sedang sakit dan dalam proses pemulihan.
4. Bangsa dan Negara agar dalam tahun politik bisa tetapi rukun dan damai.
5. Persiapan rangkaian Natal.

Raphael Timotius Suy

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.