CAPEK SAMA ORANG?
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Kamis, 29 Januari 2026
CAPEK SAMA ORANG?
1 Petrus 3:8-12
Akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu meberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. (ay. 8-9)
Ada sebuah kalimat menarik yang pernah dibaca: “Kadang yang paling melelahkan bukan pekerjaan, tapi orang.” Entah itu komentar pedas, perbedaan pandangan, perilaku yang tidak adil, diremehkan, atau disalahpahami. Yaah, begitulah hidup. Relasi bisa menjadi sumber sukacita, tetapi juga bisa menjadi sumber luka. Sering kali yang membuat kita lelah bukan situasinya, melainkan gejolak hati setelahnya.
Di tengah situasi yang demikian, Tuhan rindu agar komunitas orang percaya justru menjadi ruang yang hangat; sehati, saling mengasihi, rendah hati. Ketika menghadapi perlakuan yang menyakitkan, kita dipanggil untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memberkati. Tidak membalas bukan berarti lemah; itu berarti kita memilih taat & tunduk pada firman Tuhan. Itulah identitas kita sebagai umat-Nya.
Mengapa kita bisa dan harus melakukannya? Karena “mata Tuhan tertuju kepada orang benar dan telinga-Nya kepada permohonan mereka.” (Ay. 12) Tidak ada kesabaran yang sia-sia di hadapan-Nya. Tuhan selalu melihat kedalaman hati dan kesungguhan umat-Nya.
Jadi, kalau hari ini saudara merasa capek sama orang, berhentilah sejenak… tarik napas panjang… hembuskan perlahan... pikirkanlah sekiranya apa yang Tuhan ingin saudara lakukan di tengah situasi tersebut.
Pokok Doa:
- Anak-cucu dalam masa tumbuh-kembangnya
- Relasi anak dengan orang tua
- Pergumulan jemaat yang sakit
Yohana Jessica